Tampilkan postingan dengan label Dea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dea. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Behind the Scene #9

Do you remember? Waterfall…
Cuaca sore itu mendung, hujan turun rintik-rintik, angin mengibas rambut dua orang remaja yang masih memakai seragam SMPnya tertawa lepas. Mereka berjalan seakan tanpa beban menyusuri jalanan kota yang sepi itu. Tanpa payung. Menerjang hujan. Merekapun tiba didepan sebuah waterfall.  Ada batu besar didepannya mereka segera duduk dibatu besar itu.
“Oik senang hari ini?,” Tanya Cakka.
“Senang banget, hahaha walaupun basah-basahan, tapi seru,”
Cakka membalikan badannya mengarah Oik, melihat gadis itu kedinginan. Tapi senyum mengulum dibibirnya. Mata Cakka menatap gadis dihadapannya itu dalam. Rona keseriusan membungkus wajahnya. Membuat gadis itu berpaling dan membalas tatapannya itu.
“Ehm, Oik… hm, Cakka tahu kita masih SMP, baru lulus SD kemarin… tapi… ehm ada sesuatu yang ingin Cakka sampaikan pada Oik,”
Oik mengerenyitkan dahinya, “Apa itu Cakka?,”
“Ehm… gini Oik, Cakka juga sebenarnya belum tahu pasti apa yang Cakka rasakan sekarang… Cakka belum pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya… tapi… Cakka… hm… Cakka suka sama Oik… Oik… mau ga jadi pacar Cakka,”
Mata Oik membulat dan membesar mendengarkan pernyataan lelaki dihadapannya itu. Secepat inikah perasaannya berbalas?
***
Suara decitan rem yang halus terdengar ketika mobil dengan plat nomor C 4 KKA itu berhenti didepan sebuah rumah. Itu rumah Oik. Seseorang yang sedari tadi menunggu dengan cemas dibalik jendela, segera menyibak tirai jendela dihadapannya. Ify, dia terbelalak kaget melihat kejadian ‘langkah’ didepan rumahnya itu. Untuk apa Cakka datang kemari? Jangan bilang mau membuat Oik down lagi? Dalam batin Ify bertanya. Dia hendak beranjak dari situ. Namun terhenti kemudian karena…
Oik menurunkan kaca jendela mobil Cakka. Sebelum akhirnya membuka pintu mobilnya. Saat Oik hendak turun, Cakka menahan tangan kanannya.
Deg---, jantung Oik ketika dia merasakan sentuhan kulit itu kembali ditangannya, sensasinya masih sama.
Oik berbalik menatap Cakka yang sedang tersenyum kearahnya.
“Thanks for today,” Kata Cakka.
Oik melepaskan tangan Cakka perlahan kemudian membalasnya dengan senyuman, “You’re welcome,” Katanya kemudian beranjak, sebelum akhirnya membanting pintu mobil Cakka perlahan dan berlalu dari hadapan Cakka. Setelah memastikan Oik benar-benar masuk kedalam, Cakka baru melengos dengan mobilnya.
“Oik! Lo hutang penjelasan pada kakak!,” Cegat Ify saat Oik baru saja menutup pintu rumah mereka.
“Kak… gue… gue…,” Oik gagap.
Ify menaik turunkan alisnya, “Bukannya tadi lo pergi sama Ozy? Kenapa baliknya sama Cakka? Ada angin apa?,”
“Ehm, gini kak… gue tadi emang lunch bareng Ozy, trus gue… selesai lunch pergi ke tebing kebebasan lagi… dan disana… gue … ketemu Cakka… kita bicara disana… sampai malam… dan Cakka ngajakin gue…,” Oik menelan ludahnya sebelum menyambung kalimatnya, “Dinner,”
Mata Ify sedikit membesar dahinya berkerut mendengar penjelasan Oik, “Trus? Lo udah baikan gitu sama Cakka,” Mulut Ifypun ikut membulat tak percaya.
“Gue juga gak tahu kak… ini bisa dibilang baikan atau belum, jujur … luka dihati gue masih ada… tapi gak tahu kenapa kak… tadi ilang begitu aja… waktu kita ngeflashback… waktu kita dinner meskipun tanpa sepatah katapun yang keluar, tapi gue … gue…,” Tangan Oik tiba-tiba bergetar, lidahnya kelu, air matanya ingin tumpah tapi tak bisa, dia tak tahu apa yang dia rasakan sekarang.
Ify mendekat langsung memeluk adik tercintanya itu.
“Ya sudah, gue gak bakalan paksa lo buat ngejelasin lagi deh… gue percaya sama perasaan lo, ikutin kata hati lo… yang pasti gue gak mau lihat adik gue down lagi hanya gara-gara Cakka,”

♥♥♥

Remote itu bergerak mengarah ke televisi sebelum tombol powernya ditekan oleh Oik. Suara gaduh mulai muncul dari dalam televisi. Oik sedang bersiap-siap untuk melakukan pemotretan disalah satu majalah untuk remaja. Namun sebelumnya, dia bersantai sejenak dan memilih memutar sebuah program tv. Salah satu program musik menjadi pilihan Oik. Dan secara kebetulan Cakka dan Shilla adalah bintang tamu hari itu, sehingga Oik terpaku dan terdiam menyaksikan…
One moment in time
Who always in my mind
Not in the crime
But always be my wind

When september rain
You and me together
Remember the pain
Doesn’t come forever

Solve it with the smile
We’re sitting by the waterfall
For our love in a while
We talk this not to tall

But… I just remember…
When september…
You and me are the one…
Forever one…

Itu penggalan lirik yang dinyanyikan Cakka dan Shilla dalam duet mereka. Oik baru pertama kali ini mendengarkan lagu When September. Lagunya lumayan enak, Obiet sebagai pencipta sekaligus komposer lagunya paling tahu merangkai nada dan kata yang indah, apalagi lagu ini berbahasa inggris membuatnya terdengar sangat wah. Lagunya enak dinyanyikan Shilla dengan suara softnya, tapi dibagian Cakka ada ‘sesuatu yang kurang’.
Setelah Cakka dan Shilla selesai bernyanyi, pembawa acara program musik itu masuk ke panggung. 3 D Dea, Dayat dan Debo sudah bersiap melancarkan sejuta pertanyaan kepada Cakka dan Shilla, seperti halnya Oik dulu.
“Hello… Cakka… Hello… Shilla… Makin kompak aja ciyeee… bajunya samaan merah, kebetulan atau janjian atau gimana nih?,” Sapa dan tanya Dea salah satu pembawa acara.
“Hello juga… eh, gak tahu kebetulan kali yah,” Jawab Shilla.
Sedangkan Cakka hanya dengan senyumnya sambil membetulkan posisi gitarnya.
Senyuman itu---, Oik yang menonton terperangah.
“Wah hebat berarti sehati dong, kayak gue dan Dea, iya gak De…?,” Kata Debo sambil merangkul Dea.
“Iya dong De… kita kan sama-sama De,” Kata Dea.
“Wooo… curang nih curang… kalian De… gue Da… gue sama siapa dong?,” Kata Dayat dengan tampang orang paling terngenes sedunia.
“Daki! Kan pas dong Dayat dan Daki!,” Ceplos Debo. Dayat menjitak jidat Debo sementara Debo hanya bisa meringis.
“Wooo udah dong Kebo dan Daki diem… kita kan mau wawancara artis duet terheboh kita tahun ini,” Kata Dea.
“Ah bisa aja,” Shilla malu-malu, sedangkan Cakka terlihat santai menenteng gitarnya.
“Woooo… iya dong, ga usah malu-malu Shilla… kalian kan memang lagi heboh di infotaiment,” Kata Dayat.
“Tul! Gue aja gak pernah masuk infotaiment,” Kata Debo. Dayat dan Dea memberi jitakan pada Debo.
“Lo mah memang ga perlu dan ga penting,” Kata Dea.
“Kejam!,”
“Biar,”
“Udah Cakka dan Shilla gak usah dengerin dua simpanse ini, mau tanya nih, kan ada rumor kalau kalian pacaran… bener gak sih itu?,” Tanya Dayat.
Shilla menatap Cakka, sedangkan Cakka tersenyum penuh misteri tapi terdiam. Sepertinya, Cakka memang sosok pendiam dalam menghadapi gossip apabila diwawancarai langsung, sama seperti sikapnya dulu saat digossipkan dengan Oik.
“Pacaran gak yaaaa…,” Shilla makin membuat mereka penasaran.
Penonton banyak yang berseru untuk mendesak Shilla menjawabnya. Tapi akhirnya keduanya tidak melakukan penyangkalan ataupun pembenaran. Sesuatu dari dalam Oik menyeruak apalagi setelah melewati moment bersama Cakka kemarin dan hari ini dia harus menghadapi yang ada dihadapannya saat ini.
“Oh iyaaaa… sama yang kemarin Cakka dan Shilla pas manggung diacara tetangga kenapa Cakka tiba-tiba menghilang habis manggung? Bahkan lost contact sama managernya loh kemarin?,” Tanya Debo seakan ingin tahu.
Cakka tampak berpikir sejenak dan tersenyum lagi, “Saya pergi ke TK,” Jawabnya.
“TK?,” 3 D serempak bertanya dan Shilla juga nampak kebingungan.
“Yang pasti bukan taman kanak-kanak… a secret place,” Kata Cakka sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum membuat cewek-cewek histeris, meraung-raung dan berteriak kesetanan di studio itu.
Dari situlah Oik akhirnya tahu, ternyata Cakka menghilang setelah manggung dan pergi ke tebing kebebasan dan akhirnya mereka bertemu.

♥♥♥

At Backstage…
Cakka dan Shilla baru saja turun dari panggung. Shilla menggandeng tangan Cakka menuju backstage. Setelah penampilan mereka tadi, mereka harus beristirahat di backstage sebelum akhirnya melanjutkan dengan schedule mereka selanjutnya.
“Cakka…,” Seseorang meneriakkan nama Cakka.
Cakka menoleh kearah sumber suara. Seorang gadis dengan mini skirt, pink blouse dan wedges devict blue denim mendekat kearahnya. Itu…
“Acha,” Sebuah nama keluar dari mulut Cakka.
Acha datang mendekat kearah Cakka dan memberikan sebuah invitation kepada Cakka, meletakannya ditelapak tangan Cakka.
“Ulang tahun gue, dan gue harap lo dateng yah,” Kata Acha.
Shilla segera menengah dan mengambil undangan itu, “Acha sayang, kita pasti datang kok,”
Acha kembali mengambil undangan itu dari tangan Shilla, “Shilla sayang, sayangnya tema pesta gue gak kayak Zahra harus bawa-bawa couple, dan lo punya undangan sendiri sayang, gue udah kasih undangan lo sama manager lo itu, dan ini buat Cakka, okay,” Kata Acha sambil kembali menyerahkan undangan itu pada Cakka. Menatap Shilla, kemudian melengos pergi menjauhi Cakka dan Shilla.

♥♥♥

Suara air jatuh dibelakang Oik membuat dia harus memutar memori belakang otaknya kembali, yang menyisahkan serpihan kisah masa lalunya. Kenapa dia harus syuting video klipnya di waterfall? Kenapa sutradara dan pencipta lagunya seakan tahu serpihan kisah masa lalunya? Dan mengukir kembali kisah itu saat ini?
Konsep video klip Oik kali ini lebih simple dari video klipnya yang pertama. Konsepnya minimalis, dengan fokus pada Oik yang dengan gaun putih panjang bersayap nan indah bak malaikat, namun memegang payung hitam tanda berduka. Dan yang lebih pentingnya lagi, diambil dibawah waterfall. Hanya sekitaran situ, dengan mengganti angle kamera, mungkin terkadang diambil dari atas, muka, belakang atau samping. Dan juga sesekali Oik berganti kostum dengan model yang berbeda namun sama-sama berwarna putih. Sehingga video klip Oik dapat rampung hanya dalam waktu seharian full tanpa diganggu gugat.
Selama dalam proses pembuatan video klipnya, seperti biasa Ify kakak sekaligus manager Oik selalu setia menemaninya.

♥♥♥

“ROOOOOOOOOOOOOOOYYYYYYYYYYY,” Teriakkan Cakka menggemparkan seisi rumahnya.
Roy managernya yang baru saja dari toilet dan baru saja memasangkan beltnya berlarian mendengar teriakkan Cakka memanggil namanya itu.
“Kenapa sih teriak-teriak Cakka? Gak nyante banget sih,”
“Gimana gue mau nyantai? Hah?! Gue tadi dipanggil sutradara yang bakal nyutradain video klip gue sama Shilla… buat dengar pengarahan nanti dalam penggarapan video klipnya, dan lo tahu gak sih adegan terakhir gue di video klip itu apa?,”
“Ya Cakka… Cakka ckckck ganteng-ganteng bego… mana gue tahu lah emang gue punya sixth sense apa? Emangnya apaan?,”
“Nyium Shilla!,” Kata Cakka.
Mata managernya itu membesar sambil menelan ludah, bukan karena adegannya, tapi lebih ke Cakka akan menyalahkannya karena masalah itu.
“Aaaaaa… gara-gara ide konyol lo deh ini! Gara-gara lo suruh nerima project duet bareng Shilla deh semuanya makin berantakan,”
Tepat seperti dugaannya! Manager Cakkapun itu segera memutar otaknya.
“Seharusnya itu adegan biasa kan buat lo yang notabene seorang actor yang beralih tugas jadi musisi? Lo sering nyium Oik diadegan-adegan film lo, bahkan ada yang terkesan ‘hot’ gitu, tapi lo gak pernah mempermasalahkannya, terakhir lo nyium Acha, meski sempat ngeluh tapi akhirnya lo bisa juga kan… trus apa masalahnya dengan Shilla? Kenapa giliran Shilla lo gak mau?,”
“ARRRRGGGHHHH!!!! ITU BEDA ROOOOYYY! Itu dulu! Sekarang gue gak acting, gue mau fokus jadi musisi, gue gak mau ada acting dulu, gue mau berkarya bukan berdasarkan skenario,” Kata Cakka.

♥♥♥

Oik menyeka keringat yang mulai mengucur, dia baru saja selesai syuting video klipnya jam 3 subuh. Diapun duduk disebuah bangku sambil meneguk air mineral. Dia masih berada di lokasi syuting karena menunggu peninjauan kembali tentang adegan yang diambil tadi, apakah perlu pembenahan atau sudah cukup. Kalau sudah cukup baru Oik bisa pulang. Kalau belum, Oik terpaksa harus menunggu dan melakukan take lagi.
Ify duduk disebelah adiknya sambil merogoh kantongnya dan menyerahkan sebuah invitation.
“Dari siapa kak?,”
“Acha Ik,”
Oikpun membaca tulisan yang tertera dalam undangan tersebut.
A Night to Remember.
Begitulah kira-kira tema pesta ulang tahun Acha. Dan untungnya, Oik menarik nafas lega ketika mengetahui bahwa ‘tidak’ diharuskan membawa pasangan. Pesta ulang tahun Acha akan dilaksanakan pada sebentar malam, membuat Oik harus mengecek schedulenya dulu.
“Kak… ntar jadwal gue sampe jam berapa yah?,”
“Pulang dari sini lo bisa istirahat sekitar dua jam trus sambung ke OkeTV trus lo ada jadwal sampe jam 7 malem selesai itu free,”
“Ultah Acha jam 7 malem kak… mungkin gue bisa datang meski terlambat, lo mau ikut gak kak?,”
“Jangan bilang lo mau gue gantiin lagi jadi pasangan?,”
“Hahaha… gak kok kak, kali ini gak bawa pasangan… tapi bawa kakak kan boleh…,” Kata Oik dengan cengiran khasnya.
“Yaudah deh, terserah kamu…,”

♥♥♥

Pesta ulang tahun Acha, diselenggarakan di restoran milik keluarga Acha, tidak seperti pesta Zahra yang mengusung tema private party. Ulang tahun Acha, cukup go public. Tapi tidak juga terlalu free. Wartawan bisa masuk sampai jam tertentu untuk meliput persiapan serta acara awal, setelahnya diungsikan.
Kembali lagi kali ini menjadi parade selebritis-selebritis muda yang mengenakan pakaian terbaik mereka dari berbagai brand diberbagai belahan dunia.  Mobil C 4 KKA itu baru tiba dilapangan parkir segera disergap segerombolan wartawan dengan blitznya. Cakka segera diamankan oleh bodyguard dan langsung menuju ketempat acara akan berlangsung.
Cakka menghempaskan pandangannya, dan mendapati gadis bergaun pink itu tak jauh dari tempatnya berdiri. Diapun menghampirinya, cipika-cipiki lalu memberikannya hadiah.
“Happy birthday yah Cha, wish you nothing but the best,”
“Thanks,” Kata Acha menerima hadiah yang diberikan Cakka.
“Hope you like my little birthday present for you,” Kata Cakka.
“Ahaaaa… I hope...,” Kata Acha sambil memeletkan lidahnya.
Cakka membalasnya dengan senyumannya.
“Oh ya, hm… gue nyambut tamu-tamu yang lain dulu yah… enjoy this party,” Kata Acha sebelum beranjak dari hadapan Cakka.
Dari jauh seseorang berjalan mendekat kearah Cakka…
“Hei bro,” Sapa orang itu menepuk bahu Cakka, Cakka menoleh kearahnya.
“Eh… hai juga bro…,” Kata Cakka sambil menyalami lelaki dihadapannya itu.
“Masih memikirkan kata-kata gue diulang tahun Zahra?,” Tanya lelaki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ozy.
“Nggg… ya, gue masih gak ngerti,”
“Mungkin lo akan sedikit dapet clue malam ini,”
“Maksud lo…?,”
Ozy malah tersenyum dan menatap Acha yang sedang menyambut para tamu.
Tak lama kemudian, seorang MC mulai memandu acara ulang tahun Acha. Banyak teman-teman penyanyi yang menyumbangkan lagu untuk Acha. Shilla baru saja datang dengan gaun terindahnya. Harus diakui, gadis yang satu itu terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna silver yang membuat setiap lekuk badan proporsionalnya nampak memukau. Dia segera berjalan menghampiri Cakka dan langsung menggandengnya tanpa izin. Wartawan segera mengalihkan bidikan blitz mereka kearah Cakka dan Shilla, pasangan duet heboh itu.
“Kka... dia siapa?,” Tanya Shilla.
“Ozy… temen gue,” Kata Shilla.
Ozy mengulurkan tangannya, “Ozy,”
“Shilla,” Shilla membalas uluran tangan Ozy.
Ozy tersenyum kearah Cakka, mengangkat alisnya setengah, seakan ada sesuatu yang dipertanyakannya dalam hati.
Wartawan yang berada didalam area ulang tahun Acha mulai diamankan oleh body guard, ada yang tidak terima, ada juga yang dengan senang hati keluar dan ada pula yang harus diseret paksa. Meski begitu setidaknya mereka sudah mengambil beberapa moment didalam.
Ozy memandang sekelilingnya, belum dilihatnya juga Oik. Diapun segera merogoh kantongnya mengambil handphonenya dan segera memencet tuts handphonenya itu hendak mengirimkan sms untuk Oik.
To: Oik
Oik… lo ga dtg ke pestanya Acha? Atau blm dtg?

Tak lama setelahnya handphone Ozy mengeluarkan vibrate.
From: Oik
Gw bru slesai wawancara,
Tdi acaranya telat mulai,
Jdi skrg bru slesai.
Gw lagi otw kesana.

To: Oik
Ok gw tggu.

Mudah-mudahan, Oik gak dateng disaat yang salah, supaya gue bisa sedikit menjelaskan tentang hal itu… Ozy membatin sebelum memasukan kembali handphone kedalam sakunya.

Acara pemotongan kue ulang tahun Acha tiba, Ozy gelisah karena Oik belum datang juga. Semua orang didalam ruangan tersebut terfokus pada Acha dan kue tart tiga tingkat dihadapannya itu. Papa dan Mama Acha berdiri disamping Acha. MC mulai memandu Acha untuk memasang lilin ulang tahunnya, lalu memotong kuenya. Achapun mulai bergerak memotong kue, meletakannya diatas piring kecil.
“Okay first… who’s the special one to night?… one people to remember… please give him or her your first cut Acha…,” Kata sang MC.
Acha menatap tamu-tamu yang hadir. Matanya terantuk pada seseorang, dia segera membuang langkahnya menuju tempat orang itu menatapnya sebelum memberikan piring kecil yang dibawahnya…
“This is for you… Kak,” Kata Acha.
“But---,” Cakka bingung karena Acha memberikan kue pertama itu padanya. Shilla disampingnya seperti terlihat sedikit kesal.
“I will happy if you accept this one… please… don’t make me sad to night,” Kata Acha. Cakkapun mengambilnya dengan hati-hati.
Ketika Ozy menoleh kebelakang. Tepat! Seperti dugaannya… Oik datang disaat yang tidak tepat.
Oik yang baru tiba dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Sesuatu menusuk dari hatinya, meninggalkan bekas yang sangat dalam melihat adegan dihadapannya itu. Namun, dia menarik nafasnya dalam-dalam, menutup matanya kemudian melangkah yakin mendekati Ozy.
Apa maksud semua ini? Apa ada hubungannya dengan perkataan Ozy di ulang tahun Zahra? Cakka yang menerima kue itupun semakin bingung, tidak! Ini bukan clue seperti yang dikatakan Ozy, tapi ini masalah baru.

♥♥♥

“Apa ini Roy?,” Tanya Cakka ketika menerima kertas yang dilemparkan secara sembarangan ketika Cakka baru tiba dari ulang tahun Acha.
“Tawaran…,”
Cakka mengerenyit, kemudian membaca lembar demi lembar kertas yang dilemparkan managernya itu.
“Itu tawaran salah satu kuis yang lagi booming, biasanya diikuti oleh orang-orang awam untuk memperebutkan sebuah apartement, tapi kini dibuat khusus untuk kalangan selebriti… Latest Eksecution Games atau Lactigames, hm… kalau untuk para selebriti sih hadiahnya bukan apartement secara selebriti pasti gak terlalu membutuhkan hal itu… jadi hadiahnya nanti yang menang sebuah pulau yang bisa dipake kapan saja… pulau yang indah… tapi mereka merahasiakan sih nama pulaunya… pokoknya nanti dah, trus dikuis ini nanti para peserta akan adu nyali, adu kekuatan, adu kehebohan pokoknya sesuai games yang diadakan nanti lah, dan akan dikarantina selama dua bulan, yang terakhir dieksekusi dialah pemenangnya,” Jelas manager Cakka panjang lebar.
Cakka terus membaca dihadapannya itu…
“Oke! Gue ikut!,” Kata Cakka yang merasa tertantang.
“Lo yakin ikut? Gak mau tahu dulu siapa lawan lo? Karena disini gak tertera,”
“Gak perlu… lo hubungin pihak penyelenggara acaranya, katakan gue ikut!,” Kata Cakka.
“Tapi lo kan masih ada project syuting video klip bareng Shilla yang belum dirampungin,”
“Lo telepon pihak kuisnya dulu, trus lo telepon sutradara penggarapan video klip gue bareng Shilla… bilang gue terima adegan itu, tapi dikening bukan dibibir… biar besok udah bisa mulai syuting video klipnya,” Kata Cakka.
“Tapi… pasti abis video klip kalian launching banyak tawaran Cakka… lo gak sayang? Kuis ini kan cuma mujur gak mujur,”
“Gak… tekad gue udah bulat… gue ikut kuis ini! Gue bukan mau cari menang tapi pengen dapat pengalaman baru dan menenangkan diri disana,” Kata Cakka.

♥♥♥

Syuting video klip When September Cakka dan Shillapun berlangsung. Memakan 3 hari full tanpa istirahat untuk syuting. Karena lokasi yang berpindah-pindah. Dan sutradara menyetujui kalau Cakka hanya mengecup kening Shilla bukan dibibir.
Konsep video klipnya memang bukan Cakka dan Shilla sebagai model utama melainkan Alvin dan Sivia, namun Cakka dan Shilla tetap saja sering muncul hanya sebagai penyanyi yang disetiap sudut tempat Alvin dan Sivia melangkah mereka ada, baik diujung halte tempat Alvin dan Sivia bertemu, diujung café tempat Alvin dan Sivia bercanda, diujung jalan tempat Alvin dan Sivia  melangkah, diujung kebun teh tempat Alvin dan Sivia berpisah, sampai Cakka disamping Alvin, dan Shilla disamping Sivia saat Alvin dan Sivia bertemu kembali. Setelahnya, Alvin dan Sivia berbaring dirumput sambil menutup kedua mata mereka. Saat itu adegan distudio Cakka dan Shilla sedang bernyanyi terakhir sebagai penutup video klip Cakka mengecup kening Shilla. Huh!

♥♥♥

Cakka baru selesai mengemas barang-barangnya dikoper. Setelah dia yakin apa yang dia butuhkan telah dibawanya, diapun menyeret kopernya keluar dari kamarnya. Dua bulan kedepan Cakka akan menenangkan dirinya dengan mengikuti kuis itu, meski dia tidak tahu siapa-siapa saja selebriti yang akan menemaninya dalam dua bulan kedepan. Cakka cukup tertarik siapa tahu bisa membungkam sementara gossipnya dengan Shilla. Apalagi setelah video klipnya launching dan ada adegan terakhir itu yang membuat orang-orang akan lebih menggossipkannya dengan Shilla.
Cakka segera menyeret kopernya menuju bagasi mobilnya. Masuk kedalam mobilnya menurunkan kaca mobilnya. Setelahnya pamit kepada dua kembar siam raja makan…
“Woi… lo berdua jangan lupa jagain rumah gue… awas aja lo berdua ngapa-ngapain rumah gue… oh ya, buat kalian berdua yang raja makan dikulkas gue udah penuhin sama snack persediaan buat dua bulan kedepan… gondrong dan lenjeh tetap akur yah,” Kata Cakka sambil menutup jendela mobilnya tanpa mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Ray dan managernya.

Mobil Cakka memasuki beranda karantina lactigames. Rumah dengan desain klasik berdiri kokoh dengan dua pencakar langit didepannya. Dihalaman rumah ada waterfall kecil buatan lebih tepat disebut fountain, tapi bentuknya memang lebih terlihat seperti miniatur waterfall. Cakka terpaku pada waterfall… waterfall... dan waterfall… Dia mengingat sesuatu dimasa lalunya. Message alerts handphone Cakka membuatnya sadar dan segerah merogoh kantongnya.
From: Lactiongames
No reply.
But quickly.
Welcome.
You’re in lactiongames’s area.
Now, you must going to
Waterfall beside area.
Please give to our body guard
The key of your car
To save your car.
Until you finish with this games.

Cakka segera memberhentikan mobilnya setelah melihat seorang body guard dihadapannya. Dia segera turun dan menyerahkan kunci mobilnya pada body guard itu. Lalu menyeret kopernya menuju sebuah lokasi disamping waterfall buatan.
Disana sudah menunggu pembawa acara lactiongames yakni Debo dan peserta dari kalangan selebriti. Sudah ada Irsyad, Nadya, Gabriel, Zahra, Riko, Alvin, Sivia dan… Acha. Semua berbaris, Cakkapun masuk kedalam barisan.
“Okay… welcome Cakka… kamu adalah peserta ke sembilan di lactiongames ini… kita masih menunggu satu orang lagi sebagai peserta kesepuluh dan baru memulai welcome game kita,” Kata Debo.
Seseorang datang dengan tergesa-gesa segera berbaris disamping Cakka. Cakka menoleh kearah orang yang baru datang itu kemudian…
“Ya the last… welcome Oik… karena semua sudah lengkap mari kita mulai game pertama. Saya akan sedikit menjelaskan tentang game pertama ini. Diseluruh penjuru rumah ini sudah ada amplop yang bertuliskan nama-nama kalian… kalian harus mengumpulkan ada 9 amplop yang merupakan clue dari tantangan kali ini… kalian akan dibagi dengan tim cowok dan tim cewek… tim cowok diarea kanan dan tim cewek diarea kiri, carilah amplop-amplop itu diarea masing-masing semua akan mendapat tentunya, tapi pasti ada yang tercepat memecahkan clue tersebut… yang tercepat satu cewek dan satu cowok setelah didapati, kalian akan diberi instruksi selanjutnya… game ini bertujuan untuk menentukan leader and keyholder serta chef dan mad selama seminggu kedepan di beranda karantina… mengerti?!,” Jelas Debo tegas.
“Mengerti,” Jawab semua peserta.
“Okay… tinggalkan koper kalian… biar body guard kami yang mengangkatnya dan membawa ke kamar masing-masing dan game dimulai dari…… sekarang!,” Kata Debo, yang membuat para peserta meninggalkan koper mereka masing-masing segera berhambur menuju area game.

15 menit setelah dibukanya welcome game, Oik telah menemukan 6 dari 9 amplop yang bertuliskan namanya. Dia segera menyusuri sekeliling rumah itu, mendapati beberapa amplop dibunga, didekat pohon, kadang juga harus melewati semak-semak. Akhirnya, Oik menemukan semua amplop yang tertera namanya. Segera dibukanya amplop tersebut dan mendapati huruf-huruf disetiap amplop. A-W-T-F-E-R-L-L-A. Dengan segera Oik mengacak-ngacak huruf tersebut kemudian membentuk sebuah kalimat. Waterfall. Oik akhirnya tahu clue itu, dia segera berlari menuju waterfall. Sepertinya dia orang pertama yang tiba di waterfall. Didepan waterfall ada dua buah amplop, tapi ada sebuah lampu ditengah-tengahnya berwarna merah. Artinya, Oik belum bisa mengambil amplop tersebut. Dia harus menunggu. Saat dilihatnya lampu itu berubah hijau, Oik menengok kebelakang.
Seseorang tersenyum mendekatinya… Senyum itu…
Deg---, jantungnya berdetak lagi.
Cakka. Oik menelan ludahnya.
Cakka adalah orang kedua yang menemukan clue itu tapi juga orang pertama di tim cowok. Setelah Cakka tiba disamping Oik, merekapun mengambil masing-masing amplop yang ada didepannya.
Amplop Cakka: Congratulations you’re the first in the boy team who solve the clue… now please, enter into the waterfall to find one of the leader coin or the keyholder coin.
N.b: Before this, you must hold the girl hand ;)
Good luck.

Amplop Oik: Congratulations you’re the first in the girl team who solve the clue… now please, enter into the waterfall to find one of the leader coin or the keyholder coin.
N.b: You must waiting what will the boy do for you ;)
Good luck.

Cakka dan Oik kaget setelah membaca amplop mereka masing-masing. Cakka menatap Oik, sedangkan Oik menunggu apa yang akan Cakka lakukan padanya. Semoga bukan hal-hal yang ada dipikirannya. Jangan membuat dia mengulang moment dibawah waterfall bersama Cakka lagi.
Cakka segera mengulurkan tangannya. Oik kaget sambil mengerenyit. Cakka menganggukan kepalanya tanda Oik harus menerima uluran tangannya. Oikpun menerima uluran tangan Cakka. Cakka segera menggenggam tangan Oik erat. Rasa hangat menjalari tubuh Oik. Dadanya berdesir. Pasokan darah kejantungnya seolah mengalir cepat sehingga menimbulkan bunyi yang kencang.
“Oik siap?,” Tanya Cakka.
Oik mengangguk, “Siap!,”
Merekapun memasuki waterfall itu bersama.
***
Cakka membolak-balik skenarionya. Rasa gugup tiba-tiba menyelimutinya setelah membaca adegan yang harus dia lakukan setelah ini. Haruskah dia melakukannya dengan Oik sekarang? Dan lebih lagi setting tempatnya yang mendukung… dibawah waterfall. Cakka mengatur nafasnya…
“Cakka lima menit lagi take… ayo siap-siap,” Kata pak sutradara.
Cakkapun beranjak dari tempat duduknya, menuju watterfall, lalu berdiri dibawahnya. Cakka gelisah. Oik belum datang juga. Apakah Oik tidak mau melakukan adegan itu dengannya? Sama seperti dulu Oik selalu menghindar ketika Cakka ingin melakukan hal yang sama, namun tidak se-ekstrim ini. Tampak Oik dari jauh menuju bawah waterfall. Dia terlihat sama tegangnya dengan Cakka. Sesekali dia menengok kebelakang sambil melangkah… akhirnya dia tiba tepat dibawah watterfall dihadapan Cakka.
“3…2…1… camera rolling! Action!,” Aba-aba dari sang sutradara membuat mereka harus hanyut kedalam skenario.
“Hei… Leana,” Sapa Cakka kepada Oik kaku sesuai skenarionya.
“Hei… Alex,”
“Kenapa kau selalu menghindar dariku?,”
“Aku tidak menghindar darimu… aku cuma butuh ketenangan,”
“Tapi kau tahu kan aku mencintaimu?,”
“Aku tahu… aku… aku juga mencintaimu…,”
“Kalau begitu buktikan, kalau pengkhianatan itu benar-benar tidak terjadi,” Kata Cakka mendekat kearah Oik memegang pinggulnya, sukses membuat Oik kaget. Skenario memang seperti itu, Oik harus kaget saat Cakka mendekat. Tapi ini, kekagetan yang sebenarnya saat merasakan Cakka memegang pinggulnya. Cakkapun memulai aksinya memuaskan sutradara dan para penikmat film sesuai skenario yang harus diperankannya. Oikpun hanya bisa mengimbanginya dengan acting yang sama meski dia baru pertama kali melakukannya baik didunia nyata maupun selama karirnya menjadi aktris. Cakka segera mengakhirinya dan tersenyum lalu menghapus bekasnya dari bibir Oik.
“Your lip so sweet… Thanks Leana… sekarang aku yakin pengkhianatan itu tak pernah terjadi,” Kata Cakka sambil membenamkan Oik kedalam pelukannya lalu mengecup ubun-ubun kepala Oik.
“I love you…,”
“I love you too…,”
“Cut!!!,”
Do you remember? Waterfall... 

♥♥♥

Sabtu, 12 Maret 2011

Behind the Scene #3

3.

Hari ini adalah hari pertama dimana Cakka Akan memulai profesi barunya….

Pemikiran yang panjang sebelum dia memutuskan untuk menerima tawaran tersebut…

Seperti biasa mobil berplat nomor C 4 KKA melaju menyusuri jalan ibukota lalu berhenti di sebuah perusahaan Label rekaman….

Cakka dan Managernya segera keluar dari mobilnya … Tapi berbeda kali ini Cakka tampak membawa sebuah tas gitar berwarna hitam…. Merekapun masuk kedalam…

Seorang pria sepertinya dari tadi sudah menunggu…. Setelah disambut oleh pria itu mereka masuk kedalam ruangan pria itu yang adalah pemilik label rekaman tersebut…

Tujuan mereka kesana adalah menandatangani kontrak kerja…

Kira-kira 30 Menit berada diruangan tersebut … Merekapun Keluar….

Diluar sudah ada seorang gadis cantik yang menunggu….

Dia adalah Ashilla Zahrantiara yang bakal jadi teman duet Cakka nanti….

“Cakka…. Ini yang akan jadi partner kamu….”Kata Pria itu

“Shilla…” Shilla mengulurkan tangan pada Cakka sambil menebar senyumannya..

“Cakka...” Kata Cakka sambil membalas uluran tangannya…

“Oh ya ini ada lagu ciptaan Obiet yang bakal kalian bawain untuk Single kalian yang pertama coba deh didengar dulu… supaya nanti kalian duetnya bisa bagus…” Kata Pemilik label tersebut sambil memberikan sebuah kaset dan lembaran kertas kepada mereka….

Obiet adalah pencipta lagu yang sangat berbakat... lagu ciptaan selalu menjadi Hits.. Meski usianya baru sepantaran Cakka tapi dia berhasil meraih beberapa penghargaan pencipta lagu muda berbakat…

Cakka dan Shillapun serius mendengarkan musik serta membaca lirik dikertas itu…. Tampak sesekali Cakka menyetem gitarnya untuk menyamakan nada….

Sedangkan Manager Cakka malah asik tidur di sofa tak jauh dari situ, Dasar!! Bukannya kerja malah tidur… hehehe

********

“Oik…. Kakak mau bicara…” Kata Ify.. Oik yang baru selesai Take untuk pembuatan Video Klipnya yang terbaru duduk disamping Kakaknya itu…

“Ada apa kak?”

“Kamu tadi baca tabloid ini yah?” Kata Ify sambil menyodorkan tabloid beken…

“mmm… Iya ka.. Kakak udah baca?”

“Udah…..”

“Owwhhh” Kata Oik sambil memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda….

“Oik …. Mungkin sudah saatnya lu baikan dengan Cakka…. Kelihatannya Cakka sangat berharap agar kalian saling bicara lagi….”

Oik menarik nafas panjang-panjang….

“Oik tahu Cakka gak sepenuhnya salah … tapi Oik kecewa aja sama Cakka… lagipula Cakka juga gak pernah minta maaf sama Oik….”

“Tapi Oik,, gak ada salahnya kan kalau Oik yang mulai duluan…”

“Udah deh kak… jangan dulu bahas masalah ini… Oik mau focus sama karir Oik dulu….” Kata Oik sambil beranjak dari situ…

Oik masih berpikir tentang apa yang dibilang Kakaknya tadi….. Sebenarnya dilubuk hatinya yang paling dalam dia ingin sekali bisa saling sapa dengan Cakka…. Tapi keadaannya sekarang sangat tidak memungkinkan…. Apalagi besok singlenya ini akan diluncurkan…

Besok akan menjadi hari yang paling penting untuk Oik setelah beberapa bulan dia merilis single ini akhirnya besok semua akan tahu kalau Tak ada lagi Oik sang Aktris dia telah bermetamorfosis menjadi Oik sang penyanyi….. Mulai besok hidupnya akan berubah tak ada lagi sandiwara melainkan alunan merdu suaranya yang akan menghiasi hari-harinya….

Tak ada lagi waktu untuk memikirkan Cakka… Ia harus focus dengan karirnya yang baru ini,,, Cakka hanyalah masa lalunya entah kapan mereka bisa saling sapa lagi.. Karena kehidupan Oik yang sekarang Akan membawanya Jauh dari Cakka….

Sementara itu dibeberapa rumah produksi sedang kebingungan karena Ratting Sinetron mulai menurun… bahkan banyak E-mail yang masuk meminta sinetron yang bintang utamanya Cakka dan Oik… sehingga membuat para produser dan sutradarapun pusing 7 keliling…

Mereka mencoba menghubungi Cakka maupun Oik tapi susah sekali…

Mereka seperti hilang ditelan bumi (?)

=============

“Cakka….. ada tawaran beberapa sinetron nih… lu masih mau main sinetron kan?”Tanya Manager Cakka sambil membawa beberapa lembar kertas….

“Boleh… Cuma gue gak mau jadi peran utama…. Peran pembantu kek yang hanya beberapa episode trus mati atau apa kek gitu…” Kata Cakka ceplas ceplos…

“Waaaahh sembarangan aja lu…. Gila apa…. Tapi sepertinya ini gak ada buat peran pembantu,… aneh ya lu… artis lain susah tahu dapet peran utama lu nolak begitu aja,…parahh…sekalian aja lu jadi figuran..waktu itukan lu yang bilang sambil menyelam minum air…lah ini kayaknya sambil menyelam tenggelam..”Kata Manager Cakka…

Cakka hanya mengangkat kedua pundaknya lalu pergi begitu saja menuju kamarnya….

“heiii Cakka gue belum selesai ngomong…..” Kata Manager Cakka…

Cakka tak menggubrisnya dia terus saja melangkahkan kakinya…. Sedangkan Managernya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya….

Belakangan ini memang jadwal Cakka tak sepadat dulu…. Bukan karena sepi tawaran .., banyak banget malah tawarannya Cuma ditolak…

Dia mau bersantai sejenak sambil mempersiapkan duetnya bareng Shilla nanti.

Cakka tidur di ranjangnya… lalu menyalakan TV menggunakan Remote yang ada disampingnya… sebenarnya malas sekali dia untuk nonton TV karena trauma gossip-gosip yang dulu… haha

Pas Cakka menyalakan TV … ada sebuah acara Musik yang menayangkan Video Klip Single Perdana Oik …. Cakka Kaget Melihat video Klip tersebut…..

Setelah Video Klip itu diputar… ternyata Oik juga hadir distudio tersebut…..

“Hai Oik…..”Kata salah satu presenter Acara tersebut yang bernama Dea

“Hai Juga…..” Balas Oik dengan senyumannya yang manis…

“Gimana kabarnya Oik?” Tanya salah satu presenter yang bernama Debo

“Alhamdulilah Baik…”

“Oh ternyata belakangan ini Oik jarang muncul di TV karena mempersiapkan Single perdananya toh…..” Kata Dayat salah satu presenter diacara tersebut…

Oik tertawa kecil “Iya…”

“Terus gimana dengan main sinetron,film… apa mau ditinggalkan untuk jadi penyanyi? Kan kita pernah main film bareng yah Oik jadi pasangan juga yah Oik….” Kata Dayat sambil merangkul Oik… Melihat kelakuan Dayat … Debo dan Dea segera menarik Dayat….

“Yeee… genit lu….” Kata Dea…

“Biarin lu cemburu yah?”Goda Dayat…

“Ahh egakk……kata Dea…” Oik malah tertawa melihat tingkah mereka…. Tawa yang sudah lama tak dilihat Cakka…

“Iya, waktu itu pernah main bareng di Just Love yah? Aku jadi Reska... Dayat jadi Nino… kita sahabat kecil yang terpisah yah…” Kata Oik…

“Nah itu betul … waktu itu kita main bareng sama Irsyad, Nadya, Sivia, Alvin, Gabriel, Zahra, Acha dan.. Cakka…” Ketika Dayat menyebut nama Cakka wajah Oik tiba-tiba berubah jadi aneh…

“Oh ya Oik ... gimana Hubungannya sama Cakka…” Kata Dea… Oik kaget dengan pertanyaan Dea…

“Ah… Lu apa-apaan sih ini kan acara musik bukan gossip….”Kata Debo….

“Debo… cemburu….oowwwhh…” Kata Dea sambil bernyanyi gaya dangdut,,,

“Ah engaaaaak…” Terjadi kejar-kejaran antara Dea dan Debo jadi kacau deh tu acara….

Oik tertawa lagi…. Cakka yang menonton ikut juga tertawa….

“Udah Oik… gak usah di gubris udah biasa…..” Kata Dayat…

“Oh ya Oik yang tadi belum dijawab pertanyaan Gue?”

“Yang mana?”

“Yang soal main sinetron ama Film….” Debo dan Dea selesai kejar-kejaran langsung bergabung dengan Dayat dan Oik….

“Oh… itu.. mungkin Oik bakal vakum dari dunia acting atau bahkan meninggalkan dunia akting.. soalnya Oik pengen focus sama karir Oik yang baru.. Oik juga dari kecil pengen banget jadi penyanyi….”

“Yaaaa…. Jangaaan…” Kata 3 D serempak….

“kamu kan berbakat dibidang itu… apalagi kalau main bareng si acak-acakan itu…..”

“CAKKKAA…” Debo dan Dayat berteriak ditelinga Dea,, menggosok-gosok kupingnya,,,,

“Iya gue juga tahu……Tapi pelan kenapa….” Kata dea yang masih menggosok-gosok kupinganya…. Sementara Cakka yang menonton malah jadi emosi gara-gara namanya dirubah-rubah gitu -_____- ….

“Oh ya Oik mau bilang sesuatu…. Pliss jangan gosipin Oik sama Cakka lagi kita gak ada apa-apanya kok… yah….” Kata Oik yang kelihatannya memohon banget…

“Yaudah nanti Oik nangis lagi hehehe….”Kata Debo..

“Oh ya Oik… boleh jelaskan konsep Video Klip kamu……?” Kata Dea

“Konsep Video klipnya mengisahkan tentang sepasang remaja yang saling cinta tapi suatu bencana alam memisahkan mereka sehingga terpisah jarak…. Tetapi keduanya tetap setia dan menunggu sampai takdir mempertemukan mereka… Mereka akhirnya dipertemukan tetapi saat si Cewek akan menghembuskan nafas terakhir….gituuuu…”Oik menjelaskan…

“Oh gitu yah? Kasian banget tu….denger-denger di video klip ini Oik memakai Kakaknya yang bernama Ify… untuk mejadi maodel video klip ini?”Tanya Dayat..

“Iya,, betul…..” Tiba-tiba Dea menarik Ify ….

“Ini dia kakak sekaligus manager Oik dan yang menjadi model video klip Oik….” Ify ikut masuk ke tengah-tengah panggung gara-gara ditarik oleh Dea dengan malu-malu…

Ify tersenyum….

“Oh ya denger-denger gossip Ify lagi deket sama Iyel yah?”Tanya Dayat…

“Ah .. deket Cuma karena sama-sama di VCnya Oik… itu doang…”Kata Ify…

“Yaudah Oik dan Ka Ify makasih sudah mampir kemari semoga sukses dengan karir barunya…”Kata Debo menutup Percakapan dengan Oik dan Ify….

Cakkapun segera mematikan TVnya lalu….

“ROOOOOOOOOOOOOOOYYYY…”Cakka berteriak memanggil managernya sepertinya kali ini dengan penuh emosi… wow o.O

“Aduh Cakka ngapain teriak-teriak begitu..kalau mau manggil gue bisa gak pelan-pelan sedikit….” Manager Cakka masuk ke kamar Cakka…

“Pokoknya sekarang juga batalin duet gue bareng Shilla…. Trus terima aja semua sinetron….”

“Whaaaatt??? Gila aja lu….kan udah tanda tangan kontrak gak bisa dong…kesambet apa lu sampe berubah pikiran 180 derajat begitu….?” Manager Cakka heran

“Lu tahu…. Oik juga sekarang beralih profesi jadi penyanyi….”

“So????” Kata Manager Cakka…

Sekarang giliran Cakka yang bingung mau jawab apaan.... Dia hanya menggaruk-garuk kepalanya .. kenapa juga dirinya bersikap seperti itu Cakka jadi pusing memikirkan semua itu… huh hidup memang rumit…..

=============

“Cakka…. Ini ada undangan pesta ulang tahunnya Zahra….harus bawa pasangan!” Kata Manager Cakka sambil menyerahkan undangan tersebut…

“Haaah?? Bawa pasangan?gue kan gak punya pasangan..”

“Yaudah pergi bareng gue aja….” Kata Manager Cakka…

“Ah… Ogah lu kira gue hombreng?? Gue masih normal kali….”

“Yaudah pergi sama Shilla aja…”

“Gak mau mending gue telepon Acha… gue pergi bareng Acha aja…”Kata Cakka lalu mengambil BBnya…

“Yaudah serah lu….”

Baru saja Cakka Ingin menekan nomor telepon masuk….

“Shilla….ngapain dia telepon gue…” Kata Cakka dalam hati

“Siapa Cak?” Tanya Manager Cakka…

“Shilla…”

“Kenapa gak diangkat…?”

“Ngapain coba dia telepon gue…”

“Lu lupa yah kalau dia bakalan jadi partner duet lu…..? sapa tahu ada yang penting… angkat gih…”

Cakkapun mengangkat telepon itu…

“Haloo...”

“Haloo Cakka….”

“Iya Shill ada apa?”

“Mmmm…. Bentar malam lu ada acara gak…”

“Ada … ulang tahun Zahra”

“Nah kebetulan gue mau juga mau ke ultahnya Zahra…Cuma gue belum punya pasangan… Lu mau gak temanin gue ke ultahnya Zahra..jadi pasangan gue?”

“Hmmmm…. Sory Shill tapi gue udah punya pasangan.. lu terlambat sih…” Kata Cakka sedikit berbohong…

“Siapa Oik?”

“Oohhh…. Bukan… bukan Oik tapi Acha…. Ini Acha nya lagi disini mau bicara dengan Acha….? ”Kata Cakka berbohong lagi -______- … Manager Cakka melihat Cakka dengan tatapan aneh… Cakka meletakan jari telunjuknya didepan bibirnya… tanda menyruh managernya diam….

“Eh… gak usah… gak apa-apa deh nanti gue ajak temen aja…. Yaudah sampai ketemu entar malam… da…”Kata Shilla buru-buru menutup teleponnya…

“Lu boong Cak….”

“Biarin ..: p” kata Cakka sambil menekan tuts BBnya….

“Haloo…Iya Cakka ada apa?”

“Cha…. Lu mau gak bareng gue ke Acaranya Zahra ntar malem”Kata Cakka yang langsung to the point ke inti permasalahan tanpa basa-basi tanpa sapa menyapa….. (?)

“Gue juga diundang tapi gak tahu mau bareng siapa…. Yaudah bareng lu aja deh…”

“Oke ntar malam gue jemput lu….jam stengah 7 Oke….”

“Oke siiipp..”

“Udah dulu yah Cha… sampai ketemu ntar malem..da..”

“Da…” Cakka menutup teleponnya…

“Siiip deh pasangan udah,… tinggal ke pestanya ntar malem….ada jadwal apa gue hari ini?”Tanya Cakka kepada managernya

“Ntar gue lihat dulu….mmmm,,, jadwal jadi bintang tamu di Invert…”Kata Manager Cakka…

“Wahhh,…. Sangat kebetulan….” Manager Cakka jadi bingung dengan perkataan Cakka…

“Kebetulan kenapa?”

“Kebetulan… Invert kan yang Hostnya Gita Puding itu?”

“Gita Tobing Cakka…. Bukan Puding -____-” Kata Manager Cakka

“Apa deh sterah gue dong…”

“Emang kenapa dia… sepertinya ada hawa-hawa yang tak baik ini…” Cakka tersenyum Nakal…

Cakka emang punya dendam kesumat sama Gita gara-gara wawancara Oik waktu itu….ditambah dialah yang menurut Cakka melebih-lebihkan gossip dia dengan Oik….

Kira-kira apa yang akan dilakukan Cakka yah???

==============

Oik baru selesai mempromosikan Single perdananya di stasiun-stasiun TV… sungguh melelahkan hari itu Bagi Oik….Apalagi hampir disemua stasiun TV menanyakan hubungannya dengan Cakka padahal udah berulang kali Oik mengatakan bahwa Dirinya dan Cakka gak punya hubungan apa-apa… Dasar!!! Maunya apa sihhh….

Tiba dirumah Oik melihat sebuah undangan terletak didepan pintu…. Diundangan itu tertulis to : Oik Cahya R…

“Apa itu Oik?”Tanya Ify yang baru saja selesai memasukan mobil kedalam garasi…

“Undangan Kak…..”

“Undangan Apa?” Oik membukanya lalu membaca…

“Ulang Tahun Zahra Kak… bentar malem…”

“Ohh…. Kamu mau pergi?”

“Oik capek kak… tapi Zahra kan teman Oik…Gimana nih? Trus ini disuruh bawa pasangan,,, Oik bawa kakak aja yah….”

“Eh enak aja… namanya pasangan tuh harus cowok lu kan cewek masa bawa kakak….”

“Trus siapa dong kak…? Oik kan jarang punya teman Cowok….”Tiba-tiba Oik teringat Cakka…

“ahhhh gak,,,gak…gak masa dia….” Oik histeris tiba-tiba…

“Oik kenapa?”Tanya Ify yang heran melihat tingkah Oik yang aneh…

“Gak kok kak… ga apa-apa yuk masuk aja…” Oik dan Ify masuk kedalam rumahnya….

Oik membuka pintu kamarnya….. lalu tanpa ganti baju langsung berbaring diatas ranjangnya….

Tak lama kemudian dia mengambil laptopnya yang tak jauh dari situ….

Diapun segera membukanya… lalu menekan alamat salah satu situs jejaring social…

1 pemberitahuan Baru Oikpun membukanya … ada sebuah pesan dinding….

“Oik aku baru tiba di Indonesia ….. sebentar jam 3 aku main ke rumahmu yah….”

Oik kaget membaca pesan itu…. Segera melihat jam ditangannya…. Dan ternyata jam menunjukan pukul 14:55 itu berarti Lima menit lagi orang itu Akan datang ke rumah Oik….

Tiba-tiba … ting tong….. Suara bel rumah Oik berbunyi….

Oik berpikir dalam hati “ Jangan… Jangan itu……..”

==========

Cakka baru saja tiba di Studio Invert…. Pikiran-pikirannya yang jahil sudah menumpuk dikepala untuk mengerjai si puding itu…hahaaa….

Cakka segera turun dan masuk kedalam studio tersebut…. Dia mencari-cari Gita pandangannya mengarah dari ujung sudut ruangan tapi tak terlihat batang hidung Gita….

“Nyari siapa sih Lu Cak...?” Tanya Manager Cakka..

“Puding…” Jawab Cakka singkat…

“Sebenarnya apa sih yang ada dipikiran lu dari tadi?”Tanya Manager Cakka

“Ada deh….” Kata Cakka…

Tenyata yang ditunggu-tunggu datang juga,,,

“Haii Cakka….” Gita menyapa…

“Hai juga puding..” Gita heran mendengar kata puding diakhir kalimat tadi..

“eh maksudnya Gita….” Kata Cakka

“Ayo silahkan masuk Cakka…”Kata Gita mempersilahkan Cakka masuk

Sampai didalam ternyata bukan Gita yang mewawancarai Cakka tetapi Patton…

Segala ide jahil Cakka yang dipikirkan Cakka gak jadi deh dilaksanakan… hahaha…

#######

Oik Membuka pintu rumahnya….

“Hai Oik… Good Afternoon…” Seseorang menyapa Oik

“Hai…. Juga…. Lo????”Oik seperti mengingat-ingat ….

********

Waktu menunjukan pukul 17.30 WIB itu berarti tersisa 1 Jam lagi Cakka mempersiapkan diri untuk pergi ke Pesta Ulang tahun Zahra…

Dan Cakka baru saja selesai wawancara… Belum ada pesiapan dari tadi…

Setelah keluar dari studio Invert … Cakka dan Managernya segera melaju menuju sebuah butik tak jauh dari situ…. Merekapun turun tak beberapa lama kemudian mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melaju kerumah Cakka….

Tiba dirumah Cakka segera mempersiapkan dirinya…. Dan pukul 18.20 WIB Cakka kembali lagi mengendarai mobilnya menuju rumah Acha…

Tiba dirumah Acha…, Cakka segera turun dan memencet bel rumah Acha...

“Ting tooong….” Bunyi suara Bel rumah Acha…

Seorang Wanita membuka pintu… Wanita itu adalah mamanya Acha….

“Permisi Selamat Malam…Tante Acha nya ada?”

“Malam…. Cakka yah?”

“Iya tante…”

“Iya … Acha nya ada lagi siap-siap dikamar… sebentar yah tante panggilin… Ayo Masuk…” Ajak Mamanya Acha …

Cakka pun masuk kedalam rumah tersebut dan menunggu diruang tamu …

Achapun turun dengan mengenakan Gaun berwarna Pink dia terlihat Cantik sekali….

“Cakka….” Cakka menoleh….

“Waw Acha cantik sekali…” Dalam hatinya…. Tapi entah kenapa ada bayangan Oik sehingga dia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menutup matanya…

“Lu kenapa Cak?” Tanya Acha yang heran melihat tingkah Cakka…

“Gak, gue kira gue salah lihat… ini Acha atau putri dari khayangan Lu cantik banget…”

“Ahhh…Cakka bisa aja jadi malu….Ayo gue udah siap…”

“Yuk berangkat kereta kuda sudah menunggu…” Kata Cakka sambil memberikan tangannya Achapun menyambutnya….

Mereka menuju mobil lalu berangkat ke sebuah Hotel berbintang dimana dilaksanakan pesta ulang tahun Zahra…

Digerbang depan hotel banyak security yang berjaga-jaga disana… Itu merupakan Private party jadi tak ada satupun wartawan yang boleh masuk…..

Tapi terdapat juga beberapa wartawan yang menunggu.. Ketika mobil Cakka memasuki gerbang terlihat kamera wartawan segera membidiknya….

Wartawan ingin tahu dengan siapa Cakka datang ke pesta itu…. Tapi Cakka tak sedikitpun membuka Kaca mobilnya…. Mobilnya itu segera masuk dengan pengawalan ketat….

Acara dilaksanakan di bagian swimming pool hotel….

Setelah memarkir mobilnya Cakka dan Acha berjalan menuju tempat dimana akan dilaksanakan Acara tersebut…. Tiba disana banyak selebritis dan artis-artis papan atas serta penyanyi-penyanyi yang lagi naik daun berada disana….Tak tampak seperti acara ulang tahun melainkan parade selebritis terutama selebritis-selebritis muda…

Shilla sudah ada disana dia ternyata mengajak Rio salah satu penyanyi pendatang baru….

Cakka melepaskan pandangan keseluruh sudut tempat acara itu dilaksanakan tapi dia belum melihat Oik….

“Nyari siapa Cak?” Tanya Acha…

“Oik…..” Opppss Cakka keceplosan….

“Oik? Sepetinya belum datang…” Kata Acha….

Untung saja Acha tidak berpikiran macam-macam…

Zahra datang menghampiri Cakka dan Acha…

“Heeeii Acak… welcome” Kata Zahra…

Cakka dan Acha memberi selamat kepada Zahra lalu memberikan hadiah yang mereka bawa…

“Waw thanks Acak…”

“Lho kok Acak???” Acha bingung dengan panggilan Zahra tadi…

“ACak itu Acha Cakka…. Biar gak ribet gue panggil Acak aja yah…”Kata Zahra sambil tersenyum…

“Yaudah terserah lu… tapi kok Acak -____-” Acha protes

“Udah kan yang ultah gue jadi terserah gue… yang lain juga gue gabungin sembarangan namanya… hehehehe…” Zahra tertawa Jahil…

Tiba-tiba Shilla yang melihat kedatangan Cakka menghampiri Cakka, Acha dan Zahra…

“Heiii….” Kata Shilla yang langsung cipika-cipiki sama Cakka….

“Shilla….” Kata Cakka…. Acha yang melihat Shilla jadi sedikit kurang suka ….

Tiba-tiba Rio datang lalu menarik Shilla…

“Shill lu kan kesini bareng gue… kok malah dekat-dekat sama Cakka…”

“Emang kalau gue datang Sama Lu harus bareng lu terus?”

“Yaiyalah….”

“Udah ah… gue mau kesana…” Kata Shilla baru saja dia ingin bergabung lagi dengan Cakka dan Acha tapi mereka sudah tak berada ditempat tadi….

Shilla jadi Kesal…..

========

Mobil Oik memasuki gerbang hotel tempat ulang tahun Zahra diadakan…..

Para Wartawan seperti biasa sudah siap-siap membidik mobil tersebut….

Dan dengan begitu mereka juga berkesimpulan kalau Oik tak datang bersama Cakka….

Tapi mereka masih bertanya-tanya …. Siapa yang datang bersama Cakka tadi? Dan Siapa yang datang bersama Oik kali ini?

Wartawanpun segera mendekati mobil Oik tak mau gagal lagi kali ini seperti mobil Cakka tadi…

Kaca mobil Oik terbuka tapi yang mengendarai mobil tersebut bukan Oik melainkan seorang cowok…

Cowok itu hanya memberikan undangan kepada Security tersebut lalu dengan pengawalan ketat masuk kedalam… sepertinya cowok tadi bukan dari kalangan selebritis….

Tapi Oik tak terlihat tadi…. Mungkin Oik ada didalam Cuma karena kacanya dibuka hanya sedikit jadi Oik tak terlihat… wartawan jadi ingin menyelidiki lebih lanjut… Tapi sayangnya tak ada cela sedikitpun untuk wartawan bisa masuk kedalam….

Continue~

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...