Senin, 18 April 2011

Carissa : Dia sinar hidupku

Carissa: Dia sinar Hidupku

Heiii ini cerita (sedikit) frontal -_- saya mengkategorikannya sebagai (RkeD) alias Remaja ke Dewasa :P… atau (TtoA) alias Teen to Adult… #Kaboooorrrr…

Enjoy it aja lah~

Carissa's POV

Hai kenalkan namaku Carissa kalian cukup memanggilku Icha, Ini kisahku... Kisah hidupku...

Aku tinggal dijakarta sendiri, tanpa orang tua... Bukan karena aku anak yatim piatu tapi karena orang tuaku memang tidak tinggal di Jakarta... Aku datang ke Jakarta ketika aku baru menamatkan pendidikanku di SMP... Untuk mendapatkan pendidikan yang maksimal makanya aku memilih SMA di Jakarta...

Aku mempunyai 3 orang sahabat dekat,

Yang pertama namanya Iren... Iren sahabatku yang paling dekat... Walaupun kedua orang tuanya bercerai dia adalah sosok yang selalu menguatkanku... Tak pernah sekalipun dia terlihat sedih... Dia tinggal bersamaku disebuah kamar kost, semenjak dia kabur dari rumah waktu perceraian orang tuanya... Tapi kedua orang tuanya tahu kalau dia tinggal ditempatku...

Sahabatku yang kedua namanya Ika... Ika adalah salah satu gadis populer disekolahku, playgirl adalah julukan untuknya... Jangan lihat dari tampangnya yang manis dan imut...Eh, Tapi walaupun begitu dia adalah sahabat yang care dengan kita...

Dan yang terakhir namanya Agnes... Agnes adalah yang paling tajir diantara kita semua... Melihat wajahnya yang manis pasti orang-orang tak akan menyangka kalau sebenarnya dia tomboy... Dia sahabat yang selalu siap membantu sahabatnya....

Dan inilah kisah hidupku... Kisah setiap orang yang ada disekitar kehidupanku... Dan kisah seseorang yang selalu ada direlung hatiku..... Dan kisah yang membuat hidupku berubah 180 derajat...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

"Mungkin ini memang jalan takdirku mengagumi tanpa dicintai, tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dalam hidupmu...dalam hidupmu...

Telah lama kupendam perasaan ini...Menunggu hatimu menyambut diriku, tak mengapa bagiku mencintaimupun adalah bahagia untukku...bahagia untukku.."

Aku hanya bisa menatapnya dari jauh... Menatapnya dengan gagah memasukan bola-bola itu kedalam keranjang... Semua orang bersorak untuknya...

Aku yakin banyak orang yang mempunyai perasaan kagum padanya... Tapi gak semua orang merasakan hal yang sama denganku, 'Aku mencintainya'... Mungkin terlalu berani aku mengatakan kalimat tesebut...

Siapa aku dibandingkan Gadis-gadis populer diluar sana?

Siapa aku dibandingkan Gadis-gadis yang mengelilinginya?

Aku hanyalah gadis biasa yang mempunyai mimpi yang luar biasa untuk bersamanya sang Idola....

"PRIIIIIIIIIITTTTTTTT" wasit membunyikan pluit tanda pertandingan berakhir...

Seperti yang diduga dia kembali menjadi pahlawan untuk sekolah kami...

Semua bersorak-sorak kegirangan mengelu-elukan namanya... Aku merasa semakin kecil dan nyaliku semakin ciut... Apalagi ditambah pemandangan yang tidak mengenakan atau lebih tepatnya menyakitkan...

Seorang kapten cheers, namanya Sishil datang memeluknya dengan pelukan hangat dan memberinya sebuah kecupan dipipi...

Kulihat sahabatku Ika menatap kesal kejadian tadi...Ika juga anggota cheers... Ya, Ika tahu kalau aku punya perasaan yang lebih terhadap Dia, Dia? Siapa dia? Namanya Rakka... Dia memang bukan kapten Basket, Tapi dia adalah jagoan lapangan... Dialah pemecah top score pertandingan basket...

Awalnya aku hanya mengaguminya karena itu tapi lama kelamaan tumbuh perasaan aneh didalam diriku... Perasaan yang kian dalam dan aku pastikan ini Cinta!

Ika menatap aku dari jauh memastikan kalau aku baik-baik saja melihat kejadian tadi...

Aku mengangguk tanda baik-baik saja padahal didalam hatiku berkata lain....

"Hei... Cha... Udah selesai balik yuk..." Iren menepuk pundakku...

Aku kaget...

"Eh... Ren... Yaudah yuk..." Kataku melangkah... Tapi Iren tetap diam pada posisinya tadi...

"Lah Ren... ayo..."

"Tunggu Cha... Kamu lagi liatin Rakka yah tadi?"

Aku terhenti... Lalu mengangguk... Iren menepuk bahuku...

"Aku tahu bagaimana perasaanmu... Yang sabar yah..." Katanya menguatkanku...

Aku mengangguk... "Gak apa-apa..."

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

"Cha... Sampai kapan kamu mau nungguin Rakka... Sakit tahu... Mengagumi tanpa dicintai... gimana mau mencintai kamu... Sedangkan kamu gak pernah ngomong sama dia kalau kamu cinta sama dia... Perlu aku yang ngomong? Ah gak deh aku gak deket sama Rakka, gak mungkin... Kamu aja Ik gimana?" Kata Agnes ketika Aku, Ika dan Iren sedang berkumpul di kos-kosanku...

"Boleh juga tuh... Ntar aku bilang salam dari kamu deh sama Rakka..." Kata Ika yang ikut-ikutan menyetujui Ide gila Agnes...

"Gak usah Ag... Ik... Aku gak apa-apa... Ini pilihanku... Lagi pula aku gak cocok tahu sama dia... Aku cuma gadis biasa... Dia Lelaki luar biasa, karena banyak yang mengaguminya... Apalagi dia udah punya pacar..."

"HAH?? EMANG SIAPA PACARNYA RAKKA??" Tanya mereka bertiga kaget...

"Sishil..."

"Hahahaha... Icha...Icha... Sishil tuh bukan pacarnya Rakka tahu..." Ika tertawa...

"Trus? Yang waktu itu?"

"Ya... Emang sih... Sishil suka sama Rakka tapi Rakkanya gak respect tuh! Dia anggap Sishil cuma temannya makanya si nenek sihir itu sering moodnya sering naik turun gara-gara Rakka sering gak respect sama dia... Masa nih yah... Gara-gara Rakka cuekin dia kita anggota cheers jadi kena imbasnya..." Tutur Ika panjang lebar...

Kami bertiga hanya membulatkan bibir....

"Tenang aja Cha berarti kamu masih punya kesempatan ngerebut hatinya Rakka..." Kata Iren...

"Mimpi kali yaa..."

"Suatu saat mimpi itu akan terwujud..." Kata mereka bertiga serempak...

Aku hanya tersenyum menanggapi 3 sahabatku itu... Memang saat-saat seperti ini mereka bertiga adalah yang paling bisa menyemangatiku... I Love you girls...

Begitulah mereka :)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Menatapmu dari jauh adalah sebuah anugerah...

Melihatmu dari seberang merupakan sebuah karunia...

Memandangi senyum manismu dari sebuah sudut adalah sebuah keajaiban...

Dan Mendengarkan kau menyebut namaku merupakan sebuah Penantian...

-CRS-

"Hahahaha...." Terdengar tawa renyah dari seseorang... Dia Tio

"Wetzz... Kka, Yang punya pengagum Rahasia inisialnya CRS nih... Hahaha..." Kata Tio

"Jadi cewek penakut banget sih yang ngasih lo surat-surat kaleng kayak gini... Gak model... Kenapa gak ngirimin sms aja sekalian...?" Kata Revin

"Et... Tunggu dulu Vin... Jangan-jangan bukan cewek tulen yang ngirimin dia surat kaleng..." Kata Devry

"Maksudmu apa Dev?"

"Ya elah... Si Revin telmi amat deh... Jangan-jangan apa Yo??"

"Bences..." Tio dan Devry memperagakan gaya ala bencong kepada Revin yang membuat Revin jijik melihatnya...

Sedangkan Rakka memasukan surat tersebut kedalam seragam saku osis SMAnya...

"Yaelah disimpen lagi... Udah berapa kalikan dibilangin Kka... Surat gak penting gitu ngapain disimpen... Kata-katanya aneh juga..." Kata Devry...

Rakka menatap Devry tajam...

"Up to me..." Kata Rakka kemudian melangkah pergi dari situ...

Sedangkan Devry, Tio dan Revin kebingungan... Saling menatap satu dengan yang lain...

Lalu...

"Woiii Kka.... Tungguin kita..." Kata mereka sambil mengejar Rakka yang sudah mendahului mereka...

Ya, Hampir setiap hari aku melihat kejadian tersebut... Akulah yang sering mengirimkan surat kaleng kepada Rakka... Cuma itu jalan satu-satunya agar aku bisa menyampaikan perasaanku kepada Rakka... Walaupun dia tak tahu siapa aku...?

Dan itulah yang membuat aku semakin mencintai Rakka, dia adalah sosok yang menghargai pemberian orang... Semua surat-suratku disimpannya... Memang aku tak tahu bisa saja dia membuang surat-suratku setelah itu... Tapi dari percakapan Rakka dengan teman-temannya itu... Dia tak pernah membuang surat-surat pemberianku...

Itulah kerjaanku tiap hari menjadi secret admirer Rakka... Tapi aku bahagia melakoni peran ini :')

Sampai suatu hari..................

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

*Tuhan Jika ini mimpi jangan pernah bangunkan aku dari tidurku....*

Aku terbangun dari tempat tidurku... Kulihat sudah tak ada Iren disampingku, segera kulemparkan pandanganku pada jam dinding yang terpajang dikamar kost kami sudah menunjukan pukul 06:30 ... Sial! Aku terlambat bangun, Kenapa Iren tak membangunkanku...? Bisa-bisa aku dihukum lagi sama Bu Wanda yang killer itu...

Iren berarti sudah pergi duluan kesekolah... Tapi aneh, tas dengan seragamnya masih tergantung rapi...

Ah! Masa bodoh... Aku harus segera mempersiapkan diri kesekolah... Segera kusambar handuk, lalu mengambil peralatan MCK dan menuju ke kamar mandi yang ada didalam kamar kost-an kami... Dengan kilat aku mandi segera keluar mengganti baju dengan seragam, sisir rambut dengan cepat, rambut panjang ikalku yang biasa ku blow dengan hairdryer tak sempat lagi ku blow... Hanya menyisirnya lalu mengikatnya kebelakang agar tidak terlalu terlihat berantakan... Segera ku ambil tas dan keluar dari kamar... Akupun berjalan keruang tamu, -Sedikit keterangan, kamar kost-ku berada disebuah rumah... Jadi dirumah itu ada beberapa kamar yang disewakan kepada anak-anak remaja putri- , Sepertinya Gadis-gadis lain seperti habis histeris melihat seseorang... Aku dengar samar-samar pembicaraan gadis-gadis lain...

"Uuuuhhh... Ganteng banget...."

"Iya... Si Iren bawa siapa bening banget"

Iren? Jadi Iren belum kesekolah? Hei! Apa yang dia lakukan jam segini belum siap-siap untuk berangkat...? Akupun mempercepat langkahku menuju ruang tamu... Dan!!!

Betapa kagetnya ketika aku melihat Iren yang sepertinya belum mandi bahkan masih pake piyama bersama seorang cowok berpenampilan rapi dengan kaos dan Skinny jeans.... Dan dari jauh sudah tercium aroma parfumnya... Hugo Boss...! Dan cowok itu sangat-sangat kutahu!... Rakka...!

Aku terpatung... Terdiam... Untuk apa dia datang kemari? Dan untuk apa dia bersama-sama dengan Iren? Apa ada hubungan spesial diantara mereka?

Iren sepertinya menyadari keberadaanku segera menghampiriku... Sepertinya dia heran melihatku...

"Lho? Cha? Kok pake seragam? Mau kemana?" Tanya Iren...

"Ke sekolah..." Jawabku singkat dan terkesan ketus...

"Hahaha.... Emang ada apa disekolah?"

"Eh ditanya lagi... ya belajar lah... Kamu ngapain belum siap-siap...?"

Iren dan Rakka malah menertawakanku... Lha? Ada yang aneh yah?

"Hahaha... Cha... Icha... Lo gak liat kalender yah? Hari ini kan hari minggu... Mana ada sekolah hari minggu..." Kata Iren...

Pipiku merah menahan panas dan malu... Apalagi didepan Rakka yang ikut-ikut menertawakanku... -,-

Oh ya, aku belum tahu Rakka kemari untuk apa? Dan kenapa dia menemui Iren? Sepertinya Iren membaca keherananku segera mengangkat suara...

"Oh ya Cha... Rakka kemari ingin ketemu kamu... Tadi bu Kost ngetok-ngetok pintu kamar nanyain kamu tapi kamunya belum bangun... Aku gak mau ganggu kamu yang tidurnya keasyikan... Sekaligus aku penasaran Siapa yang datang pagi-pagi begini... Eh aku juga cengo pas liat Rakka yang datang..." Kata Iren

Apa? Rakka kemari untuk nyari aku? Mimpi apa aku semalam sampe pagi ini pangeran itu bisa datang sendiri menemuiku...

Aku terpatung, Badanku kaku semua mulutku gagap...

"Helloww... Cha...." Iren mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahku...

Aku tersadar...

"Eh.., itu anu...em... Ada perlu apa kamu kemari Kka?" Tanyaku

"Perlu sama kamu... Eh...?" Dia sepertinya bingung menyebut namaku...

Aku segera mengulurkan tanganku... Jantungku dag-dig-dug tak karuan...

"Icha..." Dia membalas uluran tanganku dan tersenyum dengan senyumnya yang manis...

"Oh ya Icha... Em... Maaf aku lupa...ehe..."

Oh Tuhan, Dia menyebut namaku... Penantianku! Tak cuma itu kami bersalaman... Ini lebih dari yang kuduga...

"Eh... Aku masuk dulu yah... Ganggu kayaknya... Aku juga belum mandi... bye... Have fun yah berdua..." Kata Iren langsung ngacir pergi ke kamar...

Ah sial! Kenapa si Iren ninggalin Aku berdua bareng Rakka disaat-saat seperti ini....

"Kalau boleh tahu kenapa kamu nyariin Aku?" Tanyaku berusaha menetralisir jantungku...

"Hmmm... Nanti lah... Yang penting sekarang aku mau ajak kamu jalan-jalan..." Katanya...

Aku kaget! Apa dia bilang? Telingaku gak salah dengarkah? Dia mengajakku jalan-jalan? Oh Tuhan! Sepertinya ini mimpi... Jangan bangunin aku Tuhan... Ini terlalu indah...

"Hei Icha... Kamu bisa kan?"

"Eh... Itu... Anu... Em.., Iya... Bisa..." Kataku gagap...

"Oh yaudah... Sekarang kamu ganti baju dulu... Masa pergi pake seragam begini...? Kan gak lucu anak sekolah hari minggu..." Katanya sedikit menahan tawa...

Kembali lagi mukaku memanas... Ah sial! Gara-gara gak liat tanggal aku kan jadi malu didepan Rakka...

"Hm... Iya... Kamu tunggu yah... Aku...aku gak lama..." Akupun mundur dan saat hendak pergi dan berbalik aku malah kepentok tembok... Ah sial banget kan aku hari ini! Eh gak ding... Dibanding dengan Rakka semua kesialanku tertutupi...

Aku meringis... Rakka tersenyum menahan tawa... Malu lagi kan -,-

Aku ikut tersenyum... Dan tertawa sedikit... MAKLUM WOOIII SALTING ABIS!!

Segera kulangkahkan kakiku menuju kamar kost... Kulihat Iren didalam sedang asyik dengan notebook pink miliknya...

"Kamu gak mandi Ren?"

"Ah... Males... Lagi pula aku kan gak ada niat keluar..."

Aku segera mengambil pakaianku dan segera menggantinya... Iren melihatku tersenyum geli...

"Lha? Kamu kenapa Ren?..."

"Cieeee yang mau jalan sama pangerannya... Apakan gue bilang Cha... Your dream Come true..."

"Ah... Iren cuma jalan doang...." Kataku sambil memakai parfum yang 1 tahun 1 kali ku pakai Jean Pantou's Joy... Hadiah pemberian Agnes waktu dia pulang dari Paris ...

"Wehh... Wangi banget dah Cha... Haha... Tuh parfum perdana dipake... Kan katanya kamu bakal simpan dan gak mau pake..."

"Gak papa..." Kataku lalu keluar...

Kulihat dari ekor mataku Iren hanya bisa geleng-geleng melihat tingkahku... Aku tersenyum sekilas... Lalu melanjutkan langkahku menemui Rakka...

"Udah Kka..." Jawabku...

Sekilas dia tercengang melihatku... Atau mungkin cuma perasaanku saja...

"Oke... Yuk.." Kata Rakka segera menggandeng tanganku... 'deg' jantungku

"Eit... Tunggu Kka... Udah minta izin sama ibu kost? Nanti aku dimarahin kalau pergi tanpa pamit apalagi aku perginya sama cowok..."

"Haha... Gampang itu..., kan Ibu kost kamu tante aku... Dia pastilah ngizinin..."

"Apa?? Bu Era tante kamu??"

"Iya... Udah yuk..." Katanya segera menyeret tanganku diikuti badan-badanku (?) keluar...

Dia langsung ngajak aku naik motornya... Aje gilee...! Ducati 1198S... Yang biasanya aku cuma bisa mandangin Rakka kalau kesekolah naik ini sekarang aku naik diatasnya? :O

Mana boncengannya terlalu keatas lagi... -_-

Rakka nyalain motornya... Dan tancap gas... Aku jantungan banget! Bisa-bisa mati karena jantungan... Pertama, Pangeran yang selama ini ku impikan kini didepanku... Gimana gak mau deg-degan yang kedua, motorsportnya kencang abis jalannya mana gak pegangan... Bisa-bisa aku jatuh... Tiba-tiba motor Rakka berhenti ditengah jalan... Ahhh... Rakka gila, kalau mau mati bisa gak sih jangan ngajak aku?

"Cha... Pegangan... Nanti loh jatuh..." Katanya...

Dia suruh pegangan dimana coba... Di motor ini gak ada pegangan... Eeeh...ehh... Tunggu... Apa-apaan ini? Si Rakka megang tangan kiri gue trus diletakan melingkari pinggangnya begitupun tangan kananku...

"Gini kan aman..." Katanya langsung tancap gas lagi...

Sport jantung banget! Aku langsung meluk Rakka erat banget ._. Terasa nyaman! Ah gilaaaa....

Gak lama kemudian dia memberhentikan motornya... Di sebuah pantai...

Pantai? Ngapain pagi-pagi kepantai? Panas lagi....

Kamipun turun... Lalu menuju ketepi pantai... Lalu dia mengajakku duduk disebuah pohon kelapa yang agak bengkok dan kebawah dan bisa diduduki orang (ngerti gak sih model pohonnya yang bagaimana?)

"Kka..." Panggilku

"Kenapa Cha...?" Tanyanya dengan tatapan lurus kearah pantai...

"Tadi kan katanya kamu mau cerita kamu ngapain nemuin aku?"

"Oh... Iya... Aku mau tanya sesuatu sama kamu...."

Deg... Jantungku lagi... Jangan-jangan Rakka sudah tahu kalau aku yang memberinya surat kaleng hampir setiap hari... Aku belum siap mengatakannya!

"Ta...tanya apa?"

"Kamu bisa gak bantu aku?"

Deg... Jantungku lagi... Bantu dia? Bantu apa? Jangan-jangan dia mau PDKT dengan salah satu temanku... Dan dia minta aku supaya dia bisa PDKT sama salah satu temanku... Tapi siapa? Iren? Agnes atau mungkin Ika?? Oh No!! Aku gak sanggup untuk itu...

"B... Bantu apa?"

"Aku mau bicara serius sama kamu..."

Deg... Jantungku lagi... bicara serius? Jangan-jangan Rakka mau nembak aku? Kapan PDKTnya langsung nembak? Masa secepat ini... Aku belum siap... (kapan siapnya coba dari tadi ga siap-siap mlulu -,-)

"Bicara aja..."

"Jadi gini... Kan kita kelas ujian... Bentar lagi lulus... Tapi kamu tahu kan aku sibuk dengan ekskul dan banyak pelajaran yang aku lewati, gara-gara ekskul... Hmm, trus kemarin Pak Jay manggil aku katanya nilaiku jeblok... Aku harus perbaiki nilaiku... Kalau gak aku bisa-bisa gak lulus... Nah Pak Jay nyuruh aku les private sama kamu... Katanya kamu pintar dan nilai-nilai kamu bagus... Jadinya aku cari kamu... Dan menurut info yang ku dapat kamu tinggal dikos-kosan tante aku jadi... Aku nyari kamu deh..." Katanya menjelaskan...

"Trus?"

"Kamu mau gak jadi guru les private aku?... Hmm... Gak gratis emang, aku bakal bayar kamu kok..."

Deg... Jantungku lagi... (Cha, jantungmu gak ada bunyi laen apa -,-)... Dia minta aku jadi guru les privatenya? :O berarti tiap hari aku ketemu Rakka? Tiap hari harus salting dan jantungan? Setidaknya lebih baik dari pada dia tahu kalau pengirim surat kaleng itu, lebih baik dari pada dia minta aku bantuin dia PDKT sama sahabat-sahabatku, Tapi tidak lebih baik dari pada dia bener-bener nembak aku (~'.')~ ~('.')~ ~('.'~) #ngarep...

"Gimana Cha?"

"hah? Oh ... em.. Iya... Aku mau..."

"Makasih ya Cha..." Katanya mengacak rambutku... Lalu menarik tanganku...

"Mau kemana Kka?"

"Kita jalan-jalan sebagai DP kamu jadi guru les aku....hehe..." Katanya mengajakku naik kemotornya...

Senang rasanya, Hari ini akan kuhabiskan seharian bersama Rakka... :)

>>>>>>>>>>>>>>>>>

Hari sudah mulai sore, Ketika aku dan Rakka selesai membeli buku-buku yang akan kita pakai... Tadi setelah jalan-jalan muter-muter ibukota, Makan siang, aku diajak Rakka beli buku ditoko buku... Dan sekarang selesai belanjanya, Kami kembali lagi naik motornya... Dan dia kembali membawaku ke Pantai tadi lalu duduk dipohon kelapa tadi...

Kami menikmati sore itu dengan diam sambil memandang kearah matahari yang hampir tenggelam... Ku lirik jam tanganku... Sudah menujukan pukul 17:06... Irenku tinggal sendiri dikos-kosan sendirian...

"Kka..., em... Boleh kamu anterin aku pulang sekarang gak?" Tanyaku

"Kenapa? Kamu gak suka ya bareng aku?"

Aaaa.... Kka bukan begitu... Aku malah suka banget bareng kamu... Dan pengen hari ini gak bakal berakhir... Tapi aku khawatir dengan Iren juga yang ku tinggal sendirian ditempat Kos...

"Egh... Gak kok Kka... Aku cuma khawatir sama Iren dia sendirian ditempat Kos..."

"Gak mau nungguin sunset? Kan tanggung..."

"Gak usah Kka... Aku pulang aja yah..."

"Okay..."

Kamipun kembali menuju motornya lalu Rakka mengantarkanku kembali ketempat Kos...

"Cha..." Panggilnya ketika aku hendak masuk kedalam...

Aku berbalik...

"Kenapa Kka?"

"Jadi mulai lesnya besok yah... Aku yang kemari atau kamu yang kerumahku?"

"Mending jangan disini... Gak enak... Kamu sendirian yang cowok lagi pula disini tempat kos anak-anak cewek... Kerumahmu aja gimana?"

"Oh... Okaylah... No problem... Besok pulang sekolah... Kamu langsung ikut aku yah...Daa... Aku pergi dulu..." Katanya sambil menyalakan motornya...

"Tapi...." Belum sempat kulanjutkan kata-kataku Rakka sudah nancap gas dan pergi dari hadapanku...

Akupun pasrah dan masuk kedalam kos-kosan... Tiba dikamar... Kulihat Iren, Ika dan Agnes sedang tidur-tiduran dikasurku sambil nangis-nangis gaje... Tapinya sambil makan-makan beberapa snack dan tidurnya menghadap laptop milik Iren... Banyak bungkusan snack juga yang sudah tak ada isinya disekitar mereka...

"Ngapain kalian nangis-nangis....?" Tanyaku ketika baru masuk...

"Hiks... Cha... Lo diem deh... Kita lagi serius nonton film ini..." Kata Agnes sambil mengelap airmatanya yang sudah jatuh lalu kembali menghadapkan wajahnya ke laptop...

"Iya...hiks... Cha... Hiks... Masa... Ini film ceweknya, mati padahal si cowok juga baru mau ngungkapin kalau cowoknya itu sayang sama ce...wek...nya...huaaaa... Matinya tragis lagi...." Ika tak kalah mendramatisir film tersebut...

Aku hanya melihat teman-temanku sambil menggeleng-geleng... Lalu ikut-ikutan tidur dikasur... Cuma bedanya mereka menghadap laptop sedangkan aku menghadap ke atas... Membayangkan kembali seharian bersama Rakka tadi... Bagaikan mimpi disiang bolong!

Tak lama kemudian, Iren, Ika dan Agnes ikut tidur menghadap keatas bersamaku kamu berjejer...

"Lho? Kok ngikut sih...?"

"Filmnya udah habis...." Jawab Iren...

"Iya... Eh Cha... Yang tadi ketemu pangerannya... Ciwciw... Cerita dong..." Goda Agnes

"Iya nih Cha... Belum sempat aku nyampein salam dia udah datang sendiri... Kalau jodoh emang gak lari kemana Cha..." Tambah Ika...

"Apaan sih kalian..." Kataku menghadapi godaan teman-temanku, wajahku panas... Hmm Mungkin sudah memerah....

"Eh tadi kalian kemana aja sih....?" Tanya Iren Penasaran...

"Iya Cha... Cerita dong!...." Todong Agnes

"Iya nih... Icha pelit ah gak cerita-cerita...." Ika manyun...

"Iya... Aku cerita deh.... Makanya kalian jangan banyak omong dulu... Gimana aku mau ceritanya... Dari tadi aku gak diberikan kesempatan buat ngomong...."

"Yaudah cepetan...." Kata mereka bertiga serempak...

"Tadi Rakka ngajak aku ke pantai..."

"Pantai?" Kaget Agnes

"Wha seru dong..." Sambung Iren

"Romantis....aaaahhh...." Sambung Ika...

Aku menatap ketiganya dengan Ekor mataku...

"Kapan ceritanya kalau belum selesai-selesai kalian udah potong..." Kataku

"Iya deh... Lanjut...." Kata Ketiganya lagi....

"Trus di Pantai kita duduk ditepinya dipohon kelapa itu loh tahu kan?"

Ketiganya mengangguk....

"Trus kalian ngapain disana?" Tanya Iren yang bangkit dari posisinya sehingga dia duduk menghadap kearah Aku, Ika, dan Agnes yang tidur...

"Jangan-jangan dia nembak kamu yah Cha? Cepat banget :O..." Terka Agnes yang duduk mengikuti Iren...

"Eh... Cha ada adegan romantis gak, Dia ngerangkul kamu, atau malah nyium bibir kamu...." Kata Ika yang mengikuti Iren dan Agnes sambil memegang guling....

Akupun ikut..... Kami bertiga menatap kearah Ika dengan tatapan sadis.... Dia cuma menanggapi kami dengan wajah Innocent kearah kami bertiga... Serempak kami bertiga mengarahkan guling keatas kepala Ika... Dia cuma bisa meringis...

"Sakit tahu....aw... Kalian gak pake perasaan banget sih...? Emang aku salah ngomong yah...?"

"Salah..." Kata Iren

"Banget..." Sambungku

"Ye Maap..." Katanya

"Ih Ika, apaan sih masih belum cukup umur buat begituan... Atau jangan-jangan kamu sering yah begituan bareng pacar kamu... Siapa tuh namanya....?" Sambung Agnes sadis....

"Adiet...." Jawab Iren

"Iya... eh gak ding.... Pacarnya Ika kan banyak... Ada Adiet, ada Nemo, ada Rezky... Banyak yah..... Devry juga....haha sama Ody..."Sambung Agnes

"What??? Ody... Gak salah aku pacaran sama Ody... Gak tahu... Enak aja -,-...."

"Ih,, Ik... Ody sama kamu cocok loh...." Sambung Iren

"Nih yah... Aku udah bilang aku gak pacaran sama Ody.... Sekali gak yah gak...! Trus yah Aku sama Nemo udah putus tadi malem... sama Rezky tadi pagi... Trus sama Devry udah lama kali putusnya.... Soalnya aku mau setia sama Adiet..."

Plak..... Bantal guling mendarat mulus dijidat Ika...

"Gak percaya aku playgirl macam kamu mau setia..." Kata Agnes...

"Iya nih, padahal menurutku kamu sama Adiet gak cocok tahu... Cocokan sama Ody... Yegak Ag??" Sambung Iren

"Iya..." Keduanya tos-tosan...

Sedangkan aku cuma bisa melihat ketiganya sambil geleng-geleng... Ini mau dengar ceritaku atau mau ngitung pacarnya Ika sih?... Akhirnya aku ambil bantal guling dan memeluknya erat-erat menganggap kalau dia ada Rakka -,- #apasih... Lalu menutup mataku... Biarin dah mereka bertiga bertengkar... Aku mau mimpi Rakka lagi ah~, Kan pada gak mau dengar ceritaku kan... Haha...

Kudengar samar-samar suara Iren, Ika dan Agnes mencoba membangunkanku... Tapi tak kuhiraukan.... Siapa suruh tadi gak mau dengar ceritaku....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

"Jika memang ini saatnya mimpiku akan menjadi nyata... Ku percaya, Kuatnya cinta semua akan menjadi Indah Pada Waktunya...."

Aku bersenandung sebuah lagu sambil berjalan menyusuri koridor sekolah... Betapa senangnya hari ini karena mulai hari ini sampai kedepannya yah sebelum Ujian Nasional lah~ aku akan setiap hari bertemu dengan Rakka....

Ditengah koridor Aku melihat Sishil and the Gank, yang tergabung dalam SheGeneration yakni Sishil, Sarah, dan Sita berjalan tebar pesona kesana kemari... Aku tidak suka dengan dia, Bukan karena aku cemburu karena Sishil lebih cantik dariku atau karena Sishil ketua cheers, Atau karena Sishil dekat dengan Rakka...hmm, Kalau boleh Jujur yang terakhir sedikit sih...hehehe.... Tapi juga Karena Sishil and the Gank mereka pemilih untuk berteman, alangkah baiknya kalau mereka mau berteman dengan siapa saja...

Rakka and the Gank terlihat berjalan dari arah yang berlawanan dengan Sishil and the Gank... Sishil and the Gank segera mendekati Rakka and the Gank...

"Hei Kka... Hei Yo... Hei Vin... Hei Dev..." Sapa Sishil...

"Eh... Neng Sishil... Neng Sarah dan Neng Sita... Triple S..." Devry balas menyapa

"Ada apa Shil?..." Tanya Rakka acuh tak acuh...

"Ntar pulang sekolah mau gak jalan bareng kita... Kita ke cafe... Aku yang traktir deh... Sama yang lain juga...." Ajak Sishil

"Ada yang mau?..." Tanya Rakka kepada yang lainnya...

"Mau..." Jawab Tio, Revin dan Devry serempak....

"Oh yaudah... Kalian aja yang pergi yah sama Sishil... Soalnya sebentar aku ada les jadi gak boleh diganggu..." Jawab Rakka...

"Tapi Kka...." Belum sempat Sishil melanjutkan Rakka sudah melangkah pergi dari situ...

"Eh Shil beneran nih sebentar kamu mau traktir kita.... Aseeekk..." Kata Revin

"Iya Shil, udah lama nih gak traktir-traktir tumben...." Kata Sarah

"Sekalian kan bisa triple date gitu... Abang Tio sama Neng Sishil, Mas Revin sama Mbak Sarah, Tuan Devry sama Nona Sita ... Gimana?..." Kata Devry sambil menaik turunkan alisnya....

"Traktir...traktir... Pala lo peyang! Gak jadi kalau Rakka gak ikut...! Yuk Cabut!..." Ajak Sishil kepada kedua temannya....

"Tapi Shil... Masa gak jadi sih..." Sita kecewa...

"Gak usah bacot yah... Cabut!" Kedua temannya cuma bisa mengikutinya dari belakang....

Aku berjalan kembali menuju kelas... Tiba-tiba pundakku ditepuk oleh seseorang yang membuatku kaget....

"Eh... Rakka..."

"Jangan lupa pulang sekolah..." Katanya lalu segera berlalu dari hadapanku sebelumnya dia tersenyum dan aku mengangguk....

Kulangkahkan kembali kakiku menuju kelas... Mulai hari ini aku tak lagi mengirimkan surat-surat kaleng pada Rakka... Karena aku takut dia tahu kalau yang mengirim surat-surat kaleng itu tiap hari adalah aku....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

"KRRRIIIIINGGGGGGGG" Bel tanda pulang sekolah berdering.... Aku segera mengemasi barang-barangku....

Iren, Ika dan Agnes menuju kearahku...

"Cha.... Pulang bareng yuk... Kita hangout dulu..." Ajak Agnes diikuti anggukan Iren dan Ika....

"Hmm... Aku gak ikut yah...."

"Yah kenapa? Gak asyik nih Icha...." Kata Ika...

"Soalnya....." Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku kulihat Rakka berdiri didepan pintu kelasku... Membuat Iren, Ika dan Agnes saling sikut-sikutan...

Dia masuk kedalam kelasku... Dan segera menghampiri tempatku dan sahabat-sahabatku berada sekarang.... Lalu segera menggandeng tanganku....

"Pinjam Icha yah.... Pasti dikembaliin tepat waktu...." Katanya dan tanpa persetujuan teman-temanku dia langsung menarikku keluar kelas diikuti tatapan heran oleh ketiga temanku....

Belum keluar dari gedung sekolah aku dan Rakka dicegat oleh teman-temannya Rakka, siapa lagi kalau bukan Tio, Revin dan Devry...

"Kka.... Siapa nih?" Tanya Tio

"Kamu pacaran sama cewek ini?..." Tanya Revin

"Kita gak jadi nerima tawaran Sishil gara-gara kamu mau jalan sama cewek ini? :O...." Terka Devry

"Duh kalian minggir deh.... Dia siapanya aku kek... Yang penting kita mau cepat-cepat pulang kerumahku... Minggir...." Kata Rakka menarikku melewati teman-temannya itu....

Lalu menuju Ducati 1198S miliknya, Aku naik diboncengannya.... Dia memegang tanganku lalu melingkarkan kembali dipinggangnya dan langsung tancap Gas... Kulihat samar-samar dari kejauhan Sishil and the Gank menghampiri Tio, Revin dan Devry... Entah apa yang mereka bicarakan... Semoga Sishil and the Gank tidak menggangguku besok.... Hupfhh.....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sepanjang perjalanan aku menutup mataku sambil memeluk erat Rakka... Aku takut melihat sekelilingku yang berjalan cepat (?).... Dan tanpa kusadari kami telah tiba dirumahnya Rakka... Rumah yang cukup mewah... Tentu saja berbeda jauh dengan kos-kosan tempat tinggalku... Dia mengajakku masuk... Didepan berdiri seorang wanita cantik, sepertinya sedang menunggu Rakka pulang... Dia segera menyalami wanita itu, akupun ikut menyalami wanita itu...

"Oh ya Cha, kenalin ini Tanteku... Tante Usi..."

"Icha...."

"Kamu cantik, Ayo Rakka diajak masuk.... Oh ya kalian makan siang dulu.... Mas Gilang sudah nunggu dimeja makan...." Kata wanita itu....

"Makasih tante...." Jawabku dengan senyum....

Ah dibilang Cantik sama tantenya Rakka ~('.')~ ~(‘.’)~ uyeee..... *nari-narijaiho* #apasih -,-...

Rakka segera menarikku masuk kedalam rumahnya... Dan menuju meja makan... Disana sudah ada seorang cowok yang lebih tua dari Rakka... Mungkin itu kakaknya Rakka....

"Weii Kka.... Bawa siapa tuh pacar kamu?..." Tanya cowok itu....

"Kenalin Mas... Namanya Icha... Bukanlah mulai sekarang dia bakal jadi Guru les aku...."

"Gilang...."

"Icha..."

"Hahaha... Betah dong kamu kalau guru lesnya kayak Icha...."

"Wooo.... Udah...udah.... Yuk makan...." Ajak Rakka yang langsung duduk dimeja makan... Sedangkan aku duduk disamping Rakka... Tak beberapa lama kemudian tantenya datang dan acara makan siangpun dimulai....

Setelah makan siang, Rakka mengajakku keruang tamu... Kita akan mulai belajar diruang tamu....

"Kka...." Panggilku....

"Hmm...." Jawabnya singkat sambil mengeluarkan alat tulis menulisnya...

"Kamu disini cuma tinggal sama tante dan kakak kamu yah? Trus orang tua kamu kemana?....eh... Maaf kalau pertanyaanku lancang...."

"Haha... Santai aja gak kok... Iya... Soalnya Kedua orang tuaku udah meninggal sejak aku dan mas Gilang masih kecil...."

"Oh... Eh Maaf...."

"Hmm... Gak apa-apa... Kita mulai dari pelajaran apa nih?" Tanya Rakka

"Gimana kalau matematika dulu..." Jawabku...

"Okay...."

Kami mulai belajar Matematika mulai dari Aljabar, Phytagoras, Trigonometri, Logaritma, Matriks dan pembahasan memusingkan lainnya.... Tapi dibawa santai aja dulu... Soalnya sekarang masih H-30 sebelum Ujian Nasional berarti masih ada 1 bulan...

Sekitar pukul 7 aku minta pulang soalnya Rakka tadi gak ngejelasin apa-apa sama sahabat-sahabatku... Cuma bilang pinjam sebentar... Bisa-bisa mereka marah besar kalau aku pulangnya malam ditambah lagi aku gak ngelanjutin ceritaku kemarin...

"Kka... Pelajarannya sampai disini dulu yah... Udah malem... Kalau ada yang kamu belum mengerti... Ayo tanya sebelum aku pulang..."

"Udah kok... Sejauh ini aku paham... Oh yaudah yuk, Aku anter pulang...."

"Eh... Gak... Aku takut naik motor sama kamu malem-malem..."

"Siapa yang mau naik motor... Orang anternya pake mobil... Kamu tunggu sini yah...." Baru saja Rakka hendak berdiri tantenya datang...

"Rakka,, Icha biar tante yang anter... Gak baik anak laki-laki sama anak perempuan jalan berduaan bisa-bisa yang ketiganya setan... Kamu bantuin Mas Gilang aja sana ngeberesin studio kalian.... Berantakan abis..." Suruh tantenya...

"Tapi tan...."

"Sudah... Gak pake tapi-tapian... Mana kunci mobilnya...?"

Rakka melemparkan kunci mobil kepada tantenya lalu dengan langkah malas pergi dari situ....

"Eh... Rakka... Rumahnya Icha dimana?"

"Kos-kosannya Tante Era..."

Rakka berhenti sejenak lalu melanjutkan kembali langkah gontainya...

"Ayo Cha... Ikut tante..." Kata tantenya kemudian berjalan... Aku mengekor dibelakang langkah tantenya....

Kamipun naik diatas Mazda2 yang terparkir digarasi... Aku duduk disamping kemudi, yakni disamping tante Usi...

"Oh ya Cha... Kamu udah lama yah kenal sama Rakka?"

"Ehm... Gak tan Barusan kok...." Jawabku Ragu....

Sebenarnyakan sudah lama cuma aku aja yang tahu Rakka dan Rakka gak tahu aku.... Aku kan secreet admirernya....

"Kamu sering main-main kerumah yah... Soalnya Rakka gak pernah bawa cewek kerumah... Palingan teman-temannya yang bandel aja itu si Tio, Revin sama Devry... Duh bandelnya minta ampun...."

Aku tersenyum....

"Mungkin Bakal tiap hari tante, soalnya mulai tadikan Icha jadi Guru lesnya Rakka.... Sekaliankan bisa belajar buat UN gitu..."

"Oh Bagus itu.... Yang penting hal-hal positif tante dukung..." Kata tantenya....

Aku mengobrol santai dengan tante Usi tak terasa aku sudah tiba dikos-kosanku... Setelah mengucapkan terima kasih... Aku segera masuk kedalam... Aduhh... Mati! Aku belum minta izin sama Bu Era.... Dia menungguku didepan kos-kosan dengan wajah bagaikan singa yang ingin menerkam mangsanya... Dengan wajah menunduk aku memberi salam kepada Bu Era...

"Malam Bu...."

"Jam berapa ini?" Tanyanya Galak...

"Jam 7 lewat Bu...."

"Kamu pulang sekolahnya jam berapa?"

"Jam 2 Bu...."

"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang... Kamu kan tahu peraturan dikos-kosan ini Pulang sekolah, pulang dulu gak boleh keluyuran dengan seragam sekolah?"

"Iya tahu Bu..." Kataku wajahku masih menunduk....

"Trus?"

"Tadi... Aku...."

Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku ponsel Bu Era berdering.... Diapun mengangkatnya...

"Hallo...."

"Oh... Jadi dia kerumahmu dulu toh...."

"Oh...yayaya...."

"1 bulan ini yah.... Iya gak apa-apa kok... Asal pulangnya selamat..."

"Iya sama-sama..."

Bu Era segera menutup ponselnya...

"Yasudah masuk..." Katanya lalu berlalu dari hadapanku...

Sepertinya tadi Rakka yang menelepon Bu Era dan menjelaskan semuanya.... Syukurlah.... Eh belum... Abis ini aku harus berhadapan dengan Iren yang pasti menodongku dengan seribu pertanyaan...

Aku melangkahkan kakiku menuju kamar kostku... Perlahan-lahan memegang gagang pintu lalu membuka pintu....

Didepan Pintu berdiri berjejer.... Iren.... Ika dan Agnes.... Sambil melipat kedua tangan mereka di dada tanda meminta penjelasan dariku.... Aku cuma nyengir melihat mereka... Lalu masuk kedalam kamar....

"Jelasin semuanya Cha...." Todong Agnes...

"Dari awal!...." Sambung Ika....

"Sampe selesai!..." Balas Iren...

"Siapa suruh kemarin gak mau dengerin aku... Malah ngitung pacar-pacarnya Ika... Padahalkan kemarin aku pengen cerita... Kalau sekarang mah udah gak mood..." Jawabku sambil membuka sepatu sekolahku yang masih terpasang....

Iren, Ika dan Agnes malah menatapku tajam setajam silet (?).... Akupun mengalah....

"Iya deh... Aku cerita..... Iya... Sabar dulu tapi aku ganti baju dulu...." Kataku....

Setelah selesai ganti Baju... Aku segera ditarik ketiga sahabatku duduk ditempat tidur menagih ceritaku....

Akupun menceritakan kronologis kejadiannya dari A-Z dari Sabang sampe Merauke dari Miangas sampai pulau Rote (?)

"Oh jadi Rakka minta kamu jadi guru lesnya toh...?" Kata Mereka bertiga serempak....

Aku mengangguk...

"Wah asyik dong Cha... Tiap hari ketemu Rakka... Ih so sweet banget sih...." Kata Ika...

"Udah ah... Kan aku udah cerita.... Jadi aku mau tidur dulu.... Biar cepat besoknya..."

"Alahhhh... Bilang aja biar cepat ketemu Rakka..." Kata mereka bertiga serempak lagi....

Ckckck... Sahabat-sahabatku ini memang selalu kompak yah....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Semalam Ika dan Agnes menginap dikamar kos Aku dan Iren... Walaupun tidurnya sempit-sempitan yang penting jiwa persahabatan terasa... Jadi pagi ini kami akan pergi kesekolah bersama... Sudah lama gak pergi kesekolah bareng berempat biasanya berdua bareng Iren... Walking... Walking deh kesekolahnya... Kan cuma dekat.... Ditengah perjalanan kami kesekolah... Sebuah mobil berhenti didepan kami dan turunlah Sishil and the Gank.... Elah ngapain lagi sih ini Anak-anak tercintong....

Dengan rambut digerai semua dan Rok diatas lutut dan baju seragam ketat... mereka berjalan menghampiri kita bertiga yang tampangnya gak semodis mereka, Aku standard anak sekolahan lah rambutku di ikat satu kebelakang, Iren dengan rambut pendek yang direbonding dan seragamnya juga standard sekolah, Agnes dengan rambut pendek juga megang bola kaki yang membuatnya gak ada feminim-feminimnya sama sekali, hmmm mungkin cuma Ika yang hampir sepantaran dengan mereka... Cuma bedanya Rok Ika gak sependek mereka....

Mereka tersenyum sinis kearah kami berempat...

"Kamu mau apa sih Shil?" Tanya Ika

"Yang namanya Icha yang mana yah...? Gak eksis banget sih..." Kata Sishil sambil melingkar-lingkarkan rambutnya dijarinya...

"Aku..." Jawabku

Sishil and the Gank semakin mendekat kearah kita...

"Biasa aja deh kamu... Gak sebanding sama kita... Ah yuk cabut gak penting..." Kata Sishil ketika tiba didepan kami berempat...

"Oh ya Ik... Sebentar ada latihan... Trus bilang sama temen kamu ini jangan terlalu dekat sama Rakka!... Apaan kemarin naik motornya Rakka pake peluk-pelukan segala… Gak pantes! Yuk ah Cabut girls" Katanya sambil berlalu dihadapan kami berempat... Kemudian naik kemobil tadi dan pergi dari hadapan kami...

Mendengar perkataan Sishil tadi ketiga temanku menatapku dengan tatapan campur aduk (?) elaaahh Sishil bawa masalah aja… Pake bilang peluk Rakka lagi… Mampus pasti… Abis ini ditagih cerita lagi…

“Cha?” Panggil Agnes dengan mata melotot

“Bener yang dibilang Sishil tadi…?” Iren membuka mulutnya lebar-lebar

“So…sweet…” Ika menaikan alisnya tinggi-tinggi

Plak… Jitakan Iren dan Agnes lagi-lagi mendarat mulus dijidat Iren…

“Ihhhh… kalian apa-apaan sih doyan banget jitak aku…”

“Siapa suruh…kata-kata kamu gak ada yang lain yah selain so sweet? :O” Kata Agnes…

“Yee maap… tapi emang so sweet pelukan gitu… mau dong dipeluk Rakka…” Ika malah memeluk Agnes…

“Woiii… Biar tomboy begini aku bukan lesbi yah,,, jauh,,, jauh gak boleh peluk-pelukan…” Kata Agnes melepas pelukan Ika

Sedangkan aku dan Iren Cuma bisa cengo melihat adegan tidak wajar didepan kami… sambil bergidik ngeri dalam hati…

“Weeee, lagi 15 menit jam 7… sebentar lagi pagar sekolah ditutup…Cabutttt…” Kataku mengalihkan semuanya…

Semua panik dan berlari dengan kecepatan super ke sekolah… Pagar hampir ditutup untungnya kami bisa masuk kedalam… Hupfh!

>>>>>>>>>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

"Maafkan kali ini… aku harus jujur… kau harus tahu siapa aku sebenarnya…”

Hari ini adalah pengumuman kelulusan, semua siswa menanti dengan harap-harap cemas... Termasuk aku dan sahabat-sahabatku yang menunggu dibangku taman sekolah terlihat ketegangan diwajah kami semua... Keteganganku 2x lipat, pertama untuk mendengar hasil kelulusanku yang kedua aku memikirkan bagaimana hasil Rakka, semoga saja kami semua berhasil... Soalnya aku akan merasa bersalah jika Rakka hasilnya tidak memuaskan... Aku yang mengajarkannya jadi aku juga harus bertanggung jawab pada nilai-nilainya....

Pukul 13.00 barulah sebuah kertas dipajang dipapan pengumuman... Siswa-siswa berlari kearah papan pengumuman itu… Aku, Iren, Agnes dan Ika bergandengan tangan… Terasa tangan kami gemetar ples keringat dingin membasahi… Kami ikut melangkah kesana… Disana sudah ada berbagai macam ekspresi ada yang nari-nari jaiho kayak gini -> ~(‘.’)~ ada yang nangis-nangis kejer kayak gini -> (TT_TT) ada yang guling-guling dilantai, ada yang tertawa terbahak-bahak, ada yang pingsan, ada yang loncat-loncat gaje… Huuuuuaaaa Akoooooo Takuuuuuuuuut!... Gilaaaa… Bagaimana ekspresiku nanti melihat hasil itu… Aku terpatung didepan kerumunan orang-orang… dan tanpa kusadari ternyata Iren, Ika dan Agnes sudah masuk kedalam kerumunan orang itu, Jadilah aku sendiri disini… weh mampus!

Kerumunan sudah mulai sepi… entah berapa lama aku berdiri terpatung disini… Kulihat Iren, Ika dan Agnes sudah loncat-loncat sambil berpelukan… Tandanya mereka lulus… Bagaimana denganku? Huaaaa…

Sepertinya semua orang sudah melihat hasilnya Papan pengumuman telah kosong… aku berdiri sendiri terpatung didepannya kini… Perlahan kudekati papan itu… Eit, tunggu sebentar… Bukan hanya aku sendiri yang mendekati papan itu… sepertinya ada orang juga… Aku menengok kesamping itu Rakka… Dia tersenyum kearahku… Kami berdua berjalan mendekati Papan tersebut… Aku dengan takut-takut membaca papan pengumuman tersebut…

Pengumuman Hasil Kelulusan SMA Unggulan 1 Budi Bangsa…

Natural Science (Ilmu Pengetahuan Alam)

Rank #1 02-003-006-5 Carissa Cahya Nuraga Nem: 58,95 Rata-Rata: 9,825

Rank #2 02-003-037-6 Rakka Arif Prasetya Nem: 57,00 Rata-Rata: 9,5

Wait…wait ini papan gak salah kan? Aku peringkat 1 dan Rakka peringkat 2? Eh gak salah…? Aku dan Rakka saling bertatapan… Wajah kami berdua sepertinya sama-sama kaget… Lalu tersenyum... Eh gak tahu apa… Aku malah langsung meluk Rakka… Rakka juga balas peluk aku…

“Cieee…ciee…” Terdengar suara anak-anak…

Kamipun sadar dan langsung melepaskan pelukan…

“Ehem… Asyik banget yah pelukannya… haha…” Kata Ika…

“Cie yang ranking satu sama dua… Selamat yah…” Kata Iren menyalami aku dengan Rakka diikuti seluruh siswa-siswa… dan jadilah kayak acara nikah, ceritanya aku dan Rakka pengantinnya trus ini tamu-tamu yang mau kasih salam-salam ucapan selamat (?) #abaikan… #ngarep hehehe :b

Setelah gempor tangan disalamin satu per satu sama anak-anak… Time to coret-coret!!!!! Rakka sudah ditarik kawan-kawannya (Tio, Revin dan Devry)… Aku juga udah ditarik sama kawan-kawanku tercintong (Iren, Ika dan Agnes)… Si Agnes coret dibajuku gak nyante sekali… Besar amat yak tanda-tangannya… Gak apa-apa deh, soalnya abis ini dia mau ke Paris Huaaaa pasti Miss ya Agnes… Pokoknya puas-puasin dah kita nyoret-nyoret dibaju…

Eh baydewey dari tadi aku gak liat batang hidungnya Sishil and theGank alias SheGeneration yah? Hem… Gak tahu deh pokoknya peduli amat sama dia…

Udah sore dan puas coret-coretannya nyalamin satu-satu guru-guru bilang ‘terima kasih’ berkat jasa mereka semua kita bisa lulus… Pas nyalamin Pak Jay aku nangis loh… Berkat jasa pak Jay aku bisa dekat sama Rakka -_- #pletak! *kirainapaan*… Udah deh semua guru udah disalamin… dan dari hasil salam menyalam itu baru deh aku tahu kalau si Sishil gak lulus… Kasihan… walau dia suka jahat sama aku tapi aku tetap merasa kasihan sama dia…

Eh tiba-tiba si Rakka narik tanganku… Aku Cuma bisa terseret-seret… Trus dia bawa aku ketempat parkir seperti biasa motornya Ducati 1198S… Weh… Aku mau diculik kemana nih? Mana belum pamit sama teman-teman lagi… Rada gila yah ini…

“Kka? Kamu mau bawa aku kemana?” Tanyaku…

“Ikut aja… pasti aku bawa pulang kamu lagi kok… aku pengen ngabisin hari ini sama kamu sebelum kita berpisah… kamu kan udah berjasa sampe aku lulus dengan nilai yang baik pula… ayo…” Katanya sambil menyerahkan helm kearahku… Akupun mengambilnya lalu naik dibelakangnya… dan motornyapun melaju menelusuri jalan-jalan ibukota… Pada waktu itu langit sudah berwarna Jingga kecoklatan tandanya matahari akan tenggelam diufuk barat… Lama kami berputar-putar dijalan ibukota… Banyak anak-anak dengan seragam penuh coretan seperti kami juga lalu lalang dijalanan ibukota…

Dan Sore sudah bergantikan malam… Rakka membawaku keatap sebuah gedung tua… Dari atas sini bisa melihat kerlap-kerlip lampu ibukota yang bersinar bak bintang dimalam hari… Kami masing-masing terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun… lama kami terdiam akupun mengangkat suara…

“Eh… Kka… aku belum dapat bagian nyoret baju kamu…” Kataku sambil melihat Baju Rakka yang sudah penuh coretan…

“Nih… coret aja…”

Akupun segera mengeluarkan spidol merah dari dalam tasku… dan siap mencoret baju Rakka… tapi wait…wait aku jadi bingung mau coret apa… Tapi tiba-tiba tanganku bergerak sendiri (?) langsung ngukir tulisan dibajunya Rakka…. ‘C A K K A’ … Cakka? Hihihi (?) keren gak sih? CAKKA means CArissa raKKA … Semoga aja dia gak tahu kepanjangannya…

“Cakka? Apa itu?” Tanyanya…

“Rahasia…” Jawabku…

“Pelit...! sekarang giliran aku… mana spidolnya…” Katanya… Aku segera memberikan Spidol tersebut… dan Rakka mengukir sebuah tulisan dibajuku… ‘R A I S S A’ weh? Apaan tuh?...

“Raissa? Apa itu?”

“Rahasia…!” Sepertinya dia membalasku… main rahasia-rahasia segala…

Akupun manyun… Rakka mencubit pipiku...

“Sakit…aw…” Rintihku…

“Abis kamunya lucu sih…hehehe”

“Lucu?”

“Hehe iya… Oh ya Cha… aku boleh Tanya sesuatu gak… sebenarnya aku ingin Tanya ini udah lama… Cuma aku takut kamu gak jujur sama aku… dan sekarang kita kan udah lulus nih… pasti bentar lagi berpisah… aku mau kita saling jujur…” Katanya

‘Deg…’ jantungku… Apa yang mau ditanyakan Rakka…?

“Aku mau Tanya Cha, jawab yang jujur… Kamu itu CRS kan? Yang sering ngasih aku surat kaleng? CRS itu Carissa kan? Inisial namamu?”

Jedeerrrr… Yah terbongkarlah sudah semua… Hmm… Mungkin memang sekaranglah waktunya untuk membongkar semuanya… Aku harus jujur!

“I…iya,…ehm, kamu tahu dari mana Kka?” Tanyaku gagap

“Hahaha… Aku sebenarnya sudah lama tahu… aku tahu dari Ika… dia yang ngasih tahu aku… Sebenarnya rencana belajar bareng itu Rencana teman-teman kamu… memang juga sih pak Jay nyuruh aku cari guru les… Tapi sebenarnya dia gak bilang kamu kok… ceritanya kan aku baru habis dari ruangan pak Jay… Mukaku kusut banget karena baru dimarahin Pak Jay, nilaiku turun semua gara-gara basket… trus dijalan aku ketemu Ika… Nah aku cerita deh sama Ika kalau aku guru les dan dia bilang kamu bisa Bantu… aku Tanya siapa kamu? Nah dia cerita deh mengenai kamu yang ‘katanya’ ngefans sama aku…” Kata Rakka PD…

Ah sialan…! Jadi selama ini teman-temanku sandiwara yah? Dikerjain dah aku… tahu gitu aku gak nangis pass salaman sama Pak Jay tadi (?)… Nih anak PD banget lagi ._. … AAAAAA!!!!!! AKU MALU, dan MARAH… Mukaku mungkin sudah kayak udang Rebus kali yah,, merah…

“Cha? Are you fine?” Tanya Rakka yang melihat perubahan ekspresi wajahku…

“Aku pulang yah Kka!...” Kataku berjalan... Rakka menahan tanganku…

“Kamu marah yah?” Tanyanya…

“Gak tahu deh!...” Jawabku ketus…

“Jangan marah dong Cha… Aku sama teman-temanmu gak ada maksud kok buat permainin kamu… Kita Cuma….”

“Cuma apa???!!! Cuma mau nyenengin aku??? Aku gak butuh kalau begitu! Kamu sama teman-temanku… Iren, Ika, Agnes… sama semua!!!! Kalian gak tahu perasaanku…!” Teriakku marah…

Tiba-tiba guntur, kilat disertai hujan mengguyur… Sepertinya tahu akan perasaanku yang kecewa saat ini… ketika tahu kalau semua ini hanya sandiwara belaka…! Akupun berlari hendak pergi dari situ… Hujan sudah mulai mengguyur dan membasahi tubuhku… Bercampur kekecewaan yang dalam…

“Cha… Icha…” Kudengar teriakan Rakka… Tapi aku tak menggubris… Ketika hendak menuruni tangga tiba-tiba…

“CHA… AKU JUGA CINTA KAMU…………………………………………” Teriak Rakka… Sh*t! sandiwara macam apa lagi ini?

Rakka mendekatiku… Sebenarnya aku telah berurai airmata tetapi hujan menutupi semuanya…

“Sandiwara apa lagi ini?” Tanyaku ketus…

“Bener Cha! Suer… kamu jangan marah sama teman-teman kamu… Karena berkat teman-teman kamu aku bisa kenal kamu dan kamu juga bisa dekat aku… yah walaupun Cuma singkat, kamu juga berhasil mencuri hatiku…” Katanya…

“Hahaha…” tawaku garing “Aku udah gak mau ketipu dengan sandiwara kamu Kka…” lanjutku…

Rakka memegang kedua lenganku…

“Tatap mataku aku,… apakah kali ini ada kebohongan dimataku? Kalau Ia, kamu boleh pergi ninggalin aku sekarang juga!”

Ah gila! Saat-saat seperti ini kenapa dia suruh menatap matanya… Aku gak kuat untuk itu… Matanya terlalu jujur…

“Ada?” Tanyanya…

Aku diam tak berkutik… Sepertinya kali ini dia benar-benar jujur…! Tapi entahlah!

“Carissa Cahya Nuraga… Aku benar-benar tulus dari sini mencintai kamu! Kamu boleh gak percaya, kamu boleh kira aku bersandiwara lagi… tapi asal kamu tahu ini aku benar-benar mencintaimu…” Katanya sambil memegang tanganku dan meletakan tanganku di dadanya…

“Ya aku percaya…” Jawabku akhirnya…

Kulihat Rakka tersenyum…

“Makasih ya… kamu mau percaya sama aku… sekarang kita pulang yah… kamu basah-basahan nanti sakit… hmm, tapi kita kerumahku dulu yah… sampai hujan berhenti, soalnya ke rumahmu jauh… seenggaknya sampai hujan berhenti…” Katanya…

Akupun mengangguk… dan kami turun dari gedung itu…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku memasuki rumah Rakka, disini sepi seperti tak ada orang…

“Kka… tante Usi sama Mas Gilang kemana yah?” Tanyaku…

“Tante Usi kemarin pulang ke Jogja, soalnya Eyang kakung sakit katanya… Eyang putri lagi di Luar Negeri soalnya… Kalau Mas Gilang… aku gak tahu… kayaknya main sama teman-temannya kan kesempatan tante Usi lagi gak ada… Ah sialan lagi mas Gilang bawa mobilnya… Berarti aku anter kamu tunggu mas Gilang datang atau gak tunggu hujan reda yah…” Katanya…

Aku hanya ber-O- ria lalu mengangguk… aku duduk disofa… Rakka memberikanku handuk untuk mengeringkah tubuhku yang basah kuyub kemudian membuatkanku secangkir teh hangat… Di luar hujan semakin deras, petir dan kilat semakin gak nyantai… aku meneguk teh hangat itu sampai tak bersisa sedikitpun…

“Kamu ganti baju dulu dikamar tante… pilih aja baju-bajunya tante… gak apa-apa kok dari pada kamu kedinginan… aku ke kamarku dulu yah… mau ganti baju juga…” Katanya pergi…

Akupun melangkahkan kakiku ke kamar Tante Usi… Mengambil sebuah pakaian yang tidak terlalu kelihatan aneh jika aku yang memakainya… mengganti baju lagi… lalu melangkahkan kaki keluar dari kamar itu… terdengar petikan gitar dari sebuah ruangan… akupun masuk kedalam ruangan itu… ternyata itu Rakka…

“Eh Cha,, yuk kesini… kamu nyanyi aku ngiringin pake gitar…” Katanya… Aku masuk kedalam…rupanya ini studio musik milik Rakka dan Mas Gilang…

“Ehmm… suaraku jelek Kka…”

“Hahaha… siapa bilang?...kan belum dicoba…” Katanya mulai memetik gitar dan memainkan lagu This is me – Demi Lovato ft Joe jonas

Jadi ceritanya aku Demi Lovato si Rakka, Joe Jonas… Hahaiiii… Oke mulai lagi #abaikan…

Setelah asyik bernyanyi-nyanyi dan Rakka sempat mengajariku main gitar… Kami berjalan keluar ruangan keruang tamu lalu duduk nonton disitu… Jam menunjukan pukul 21:00 tapi hujannya belum reda, mas Gilang juga belum pulang… Aku mengantuk… kulihat Rakka juga sudah tertidur disofa, mataku semakin berat dan akhirnya akupun tertidur…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>(abis ini adegan frontal silahkan skip kalau mau -_-)

Aku kedinginan, Keringat dingin mengucur ditubuhku aku terbangun. Dan berteriak… entah apa yang kumimpikan tadi… Rakka sepertinya juga terbangun akibat teriakanku…

“Kamu kenapa Cha?” Tanyanya…

Nafasku satu-satu…

“A,…ku,…gak apa-apa kok Kka… jam berapa ini? Aku harus pulang…” Kataku…

Rakka melirik jam tangannya… “Jam 10…” Jawabnya…

“Anterin aku pulang Kka…” Kataku…

“Tapi diluar masih hujan Mas Gilang belum datang…”

“Kalau gitu aku naik taksi aja…”

“Cha… Jam segini mana ada taksi… kamu nginap disini aja… dikamarku biar aku tidur di sofa atau gak dikamarnya mas Gilang…” Katanya…

Tiba-tiba petir menggelegar… Aku jadi takut… lalu aku setujui Idenya Rakka… Rakka mengantarku ke kamarnya… setelah itu dia hendak melangkah pergi, tiba-tiba dingin itu kembali menyerang… aku menarik tangan Rakka yang hendak pergi keluar… Lalu entah dorongan dari mana memeluknya...

“Kka… aku gak mau kamu ninggalin aku sendiri…” Kataku…

Ya, Aku ingat mimpi yang membuat aku terbangun dan berkeringat dingin… Aku bermimpi, Rakka meninggalkan aku… dan anehnya dimimpi itu aku melihat 2 makhluk kecil juga… yang satu cowok dan yang satu cewek… tapi si Rakka malah ninggalin aku sama Makhluk kecil cowok itu! Huh! Mimpi yang aneh bukan…

Rakka mengecup keningku, lalu membalas pelukanku wangi Hugo Boss semakin tercium… Lalu Ia membisikan sesuatu…

“Aku selalu ada untukmu…”

Aku merasakan kehangatan didalam pelukan Rakka, semakin lama semakin hangat sampai aku jatuh semakin dalam didalam pelukan itu… (Kalau disinetron-sinetron… layarnya tiba-tiba item… tahulah~ -_____- gak mau frontal #pletak! -_-v)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Ayam sudah berkokok tiga kali… aku terbagun dari tidurku, setelah melewati malam yang panjang seperti tadi malam ._. … Kulihat Rakka berdiri didekat teras kamarnya menghadap keluar sambil meneguk secangkir susu ditangannya… Badanku sakit semua, rasa malas datang… aku hanya duduk terdiam diatas ranjang…

“Maaf………” Ucap Rakka ketika menyadari kalau aku telah terbangun dari tidurku…

Aku menyadari semuanya… Oh Tuhan! Dosa apa yang kulakukan? Perlahan bulir airmata mengalir dipipiku… Rakka menyadarinya segera meletakan gelas diatas meja lalu berjalan kearahku lalu duduk disampingku… Dia juga terdiam sambil menundukan kepalanya…

“Anterin aku pulang Kka…” Kataku lalu beranjak dari ranjang itu dan mengambil seragamku yang penuh coretan di kamar tante Usi… setelah itu turun kebawah… Rakka sudah menunggu dibawah…

“Ayo…” Kataku…

Rakka menahan tanganku… “Cha… maaf” Katanya lagi…

Aku diam… lalu melepaskan tanganku… “Aku pulang…” Kataku…

“Aku antar…” Katanya… Lalu segera berlari menuju garasi, mengeluarkan motornya… Sepertinya tadi malam Mas Gilang juga tidak pulang…

Rakka menghampiriku dengan motornya, lalu mengantarkanku pulang ke kost-kosan… Setelah tiba aku turun dari situ dan hendak masuk… Rakka mengekor… Aku menghentikan langkahku…

“Ngapain ikut?” Tanyaku

Dia mendekatiku kini tepat berada didepanku… Lalu tanpa ijin segera memelukku, wangi ini membuatku trauma… Aku meronta berusaha melepaskan pelukannya…

“Cha… jangan marah, aku gak mau jauh dari kamu…” Katanya

“Ehem…” Sebuah suara berhasil melepaskan pelukan Rakka dariku… Aku tak mau jatuh kedalam pelukan itu lama-lama… dan itu suara Bu Era…

“Eh tante…” Kata Rakka salah tingkah…

“Kamu bawa dia kemana Rakka? Seharian kemarin gak pulang?” Tanya Bu Era…

“Ke rumah Rakka tante… Jangan marahin Icha yah…”

“Oh… yasudah… masuk, kalian gak macem-macem kan disana?” Tanya Bu Era

“Eng…gak kok tante…” Jawab Rakka

Aku segera melepaskan tanganku dari genggaman Rakka yang sedari tadi menggengam tanganku lalu masuk kedalam tanpa pamit dan permisi…

Aku segera berlari kekamar… membuka pintu kamar… Lalu segera tidur dikasur tanpa memperdulikan… Iren, Ika dan Agnes yang sedang bergosip ria disampingku…

“Cha… Kamu dari mana?” Tanya Ika

“Iya Cha… kok gak pulang?” Tanya Agnes

“Kita khawatir tahu…” Sambung Iren…

“Aku… aku dari rumah saudaraku… aku nginap disana…” Kataku bohong…

“Oh… gak apa-apa sih Cha… tapi kapan-kapan bilang yah…” Kata Ika…

Aku mengangguk… tadinya aku tidur, kini ikutan duduk bareng mereka…

“Guys, aku mau Tanya sesuatu sama kalian,, tapi kalian jujur yah… Terutama Ika…” Kataku…

“Apa?” Tanya mereka bertiga serempak…

“Kaliankan yang menyuruh Rakka supaya menjadikanku guru les privatenya?...”

“Ya ampun Icha… Kamu marah… Kita gak maksud….” Kata Ika…

“Udahlah… Gak apa-apa… tapi mulai sekarang gak ada lagi Rakka dalam hidupku…”

“Loh? Kenapa Cha…?” Tanya Ika…

“Udah… gak usah Tanya-tanya kenapa pokoknya aku gak mau aja, ada orang yang manfaatin aku saat dia butuh aja kayak Rakka…” Kataku…

“Maaf yah Cha… gara-gara kita…”

“Gak apa-apa… udah pokoknya kita pentingkan persahabatan… gak ada cowok-cowok yang ngusik kehidupan kita! Apalagi Agnes udah mau pergi…” Kataku…

“Huaaa… Iya… Life for Friendship ” Kata Iren…

“Setuju!...” Jawab Agnes…

“Ikutan setuju deh…” Jawab Ika…

Aku tersenyum… “Selamat tinggal Rakka…” Pekikku dalam hati…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku, Iren, dan Agnes berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan… Tanpa Ika, tadi kutelepon kata Ika dia lagi ada urusan sama Adiet sebentar, kamipun berjalan-jalan bertiga…

“Cha…” Seseorang memanggil suara itu aku kenal… Rakka…

Aku segera menarik Iren dan Agnes lalu mengajak mereka lari keluar Mall… Rakka mengejar kami… Kamipun segera berlari menuju tempat Parkir… dan masuk kedalam mobil… Aku dibagian belakang, Iren didepan samping Agnes yang mengemudi… Rakka tiba tepat setelah kami masuk kedalam mobil…

“Cha… maafin aku… jangan jauhin aku dong,,,plisss…” Katanya mengetok kaca mobil…

“Ag,, jalan,….” Kataku…

Agnes segera menyalakan mesin dan mobil kamipun melaju…

Ah, aku cengeng sekali! Bulir airmataku jatuh lagi... Aku harus kuat!

“Cha… kamu gak apa-apa? Kok nangis… jangan dipaksain kalau kamu emang gak bisa jauh dari Rakka…” Kata Iren

Aku menghapus airmataku… “Gak kok… yaudah kita jemput Ika aja yuk…” Kataku mengalihkan pembicaraan…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Ika mana sih? Lama Banget…” Kata Agnes…

“Iya… tahu tuh… mending putar lagu aja deh Ag... Biar gak boring…”

“Oh ya, betul juga ya Ren…”

Agnespun menyalakan tape dimobilnya… dan sialnya lagunya menyindir gitu -___- tahukan lagu Ika Putri yang judulnya Aku Perawan -___-…

“O…ooo..oooo Aku perawan… Ooooo… kupertahankan… O…ooo…ooo aku perawan…. O…ooo…ooo kutak sesaman… Biar saja orang bilang aku ketinggalan kesucian bagiku penting untuk dipertahankan… dan aku yakin Tuhanpun berikan aku tempat yang terindah…” Si Agnes sama Iren udah nyanyi-nyanyi lagunya sambil nari-nari… Aku dibelakang diam aja gak berkutik… karena merasa tersindir (?)

“Cha… gak ikut nyanyi? Lagunya aseeek ngerock gini…” Kata Agnes…

“Eh… gak lagi sakit gigi…” Ucapku bohong…

Dan gilanya mereka muternya lagu itu sampai 5x… huaaa… Si Ika mana nih… Bisa mewek aku lagi kalau dia gak buruan datang… Sial! Kenapa malam itu hujan sih… Coba aja gak pasti akhir kisahku bahagia gak kayak gini…!

Tak lama kemudian Ika masuk kedalam mobil dan langsung meluk aku dan dia nangis-nangis tersedu-sedu… Nah loh? Kenapa lagi ini anak…

“Ik… kamu kenapa…?” Tanyaku…

Ika gak bisa menjawab… Dia terus saja nangis… Akhirnya kami putuskan membawa Ika ke Café terdekat dan mendengarkan ceritanya disana…

“Ik… kamu kenapa?” Tanya Iren…

“Hiks…hiks…”

“Yaudah… kamu tenangin diri dulu deh, minum dulu…” Kata Agnes memberikan Ika airminum…

Kamipun menunggu penjelasan dari Ika sampai Ia tenang…

“Aku…aku…aku… ha…mil…”

“APA???????” Kami bertiga kaget…

“Siapa yang ngelakuin itu sama kamu? Biar aku hajar dan pites dia sampai kapok…” Ujar Agnes marah-marah…

Aku menenangkan Agnes menyuruh Agnes duduk mendengarkan penjelasan Ika sampai selesai dulu…

“Adiet… tapi..dia gak mau tanggung jawab… aku kerumahnya dia malah marah-marah… padahal orang tuaku sudah tahu dan..hiks… aku harus bawa Adiet kepada orang tuaku… kalau gak… aku bakalan diusir dari rumah.. hiks… tapi Adiet malah marah-marah…” Kata Ika diakhiri tangisan…

“Si Adiet Cari mati sini aku yang seret dia…” Kata Agnes…

“Weii Ag,, jangan emosi dulu…” Cegat Iren…

“Gimana gak emosi… Laki-laki apa yang berbuat gak mau tanggung jawab! Kamu juga Ik… bodoh banget sih… maunya punya cowok yang brengsek kayak Adiet…” Agnes semakin naik pitam…

“Udah Ag,,, ini café gak boleh ribut…” Iren menenangkan Agnes lagi…

Aku Cuma terdiam… Oh Tuhan, Bagaimana jika hal yang sama terjadi terhadapku?... Aku jadi takut melihat masalah Ika…

“Aku gak tahu harus gimana lagi… hiks… aku pasrah deh diusir kalau gak bawa pacarku kepada kedua orang tuaku… hiks…”

“Biar aku yang tanggung jawab…” Sebuah suara mengagetkan kami semua… dan itu suara Ody…

“Hei… Gila kamu Dy… bukan kamu yang tanggung jawab Adiet…” Kata Agnes…

“Dari pada Adiet gak mau tanggung jawab kan? Aku mau tanggung jawab bukan karena aku kasihan sama kamu Ik.. jangan salah paham yah… Aku sudah bilang dari dulu Aku cinta kamu… dan siap menerima kamu apa adanya…” Kata Ody…

“Tapi…” Kata Agnes lalu dipotong Iren

“Udahlah Ag… terserah dari Ika dia mau nerima Ody atau tetap mempertahankan Adiet brengsek, kita gak boleh ngatur kehidupan Ika Ag… Kita Cuma sahabatnya… yang sebenarnya harus menyuport Ika disaat-saat seperti Ini…” Kata Iren

Agnespun terdiam… Kami menunggu jawaban dari Ika… dan tak lama kemudian dengan berlinang airmata Ikapun mengangguk… Aku juga ikut meneteskan airmata melihat kejadian tersebut…! Salut buat Ody deh…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Selang beberapa minggu kemudian akhirnya Ika dan Ody menikah… pernikahannya juga sederhana… Cuma keluarga saja dan kami sahabat-sahabatnya yang ada di akad nikah… Selesai akad nikah Ika dan Ody aku merasa tidak enak badan… aku tidur dikamar Ika sebentar…

Ika masuk kedalam…

“Cha…” Panggilnya

“Eh.. Ika… kok gak bareng keluarga kamu malah kemari…?” Tanyanya…

“Kamu kenapa Cha? Aku rasa belakangan ini kamu beda deh…”

“Beda gimana?”

“Kamu tambah gemuk dan suka ngemil… eh,, aku gak nuduh… ehm,, Cuma…eh itu Cha, kamu gak ‘accident’ kan kayak aku?” Tanya Ika hati-hati…

Aku menarik nafasku panjang-panjang… Mungkin saat ini aku harus cerita semuanya sama Ika… Kesalahan bodoh dalam hidupku! Oh Tuhan, sanggupkan Aku…

“Maaf…” Kataku…

“Ya ampuuuunn Cha,,, jadi bener?”

Aku menunduk lalu mengangguk…

“Trus kamu udah tes?”

“Tes apa?”

“Yah tes… kalau kamu…”

Aku menggeleng…

“Ya ampun Cha… buruan sebelum terlambat… Nanti aku yang bilang sama Rakka kalau kamu…”

“Ehhh… tahu darimana kalau Rakka…”

“Ahhh… Cha… aku yakin aja kalau Rakka… Kamu boong kan waktu itu, kamu gak tidur dirumah saudaramu kan, karena aku tahu kamu gak punya saudara disini....udah deh buruan sana…” Kata Ika sambil membuka laci lemarinya lalu memberikanku sebuah benda yang panjang trus kayak thermometer gitu -_-v (baca: tespek) -_-v

>>>>>>>>>>>>>>>>>>Skip

Aku keluar dari kamar mandi… Lalu memberikan alat itu pada Ika…

“Ik… kalau 2 garis merah tandanya apa yah ._.?” Tanyaku polos…

“Tandanya kita bakalan ngebesarin anak kita bersama-sama…” Kata Ika…

Ya ampun… Jadi bener kalau aku…

“Ik… aku mohon jangan beritahu ini pada yang lain, Iren, Agnes terutama Rakka… Plisss…”

“Tapi Cha… kamu gak boleh nyembunyiin hal kayak gini… atau jangan-jangan kamu mau aborsi… jangan Cha…”

“Ya gak lah Ik… aku gak sekejam itu… Cuma… aku belum siap aja…” Kataku…

“Ya sudah… aku tunggu sampai kamu benar-benar siap…” Kata Ika menepuk pundakku…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

1 Bulan Kemudian…

Dengan mulut embernya Ika… Akhirnya sahabat-sahabatku yang lain tahu juga… Tapi aku sudah meminta mereka untuk merahasiakan semua dari Rakka… Sampai kapan mereka merahasiakannya? Aku juga gak tahu… semoga saja lama… Karena sahabat-sahabatku terkenal ember…

Hari ini Agnes akan berangkat ke Paris mengejar cita-citanya disana… Aku dan Iren ingin mengantarnya… Dibandara sudah ada Agnes, Ika dan Ody… Tapi sialnya aku dan Iren terjebak macet dijalan… Tiba-tiba hpnya Iren berdering…

Sms dari Agnes mungkin…

“Siapa Ren?”

“Agnes… Katanya 5 menit lagi dia masuk…” Kata Iren

“Pak bisa cepat sedikit gak…” Kataku…

“Aduh maaf neng maaf… macet…” Kata sopir taksi…

Aku dan Iren akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki lagipula bandara juga sudah tidak terlalu jauh… Setelah membayar taksi kamipun berlari menuju bandara…

"Cha… larinya jangan cepat-cepat dong… kasihan anak kamu ._."

"Udah buruan gak bakalan kenapa-kenapa kok... Yang penting kita harus cepat sebelum Agnes berangkat..." Kataku sambil terus berlari...

Setelah lama dan lelah berlari, akhirnya kami tiba diairport... Kami segera menuju tempat keberangkatan... Disana tinggal Ika dan Ody...

"Ik... Agnes mana?" Tanyaku

"Udah berangkat Cha, Ren... Barusan masuk..." Kata Ika

Aku dan Iren teduduk lesu disalah satu troller yang berada didekat kami...

"Agnes nitip ini sebelum dia pergi... Buat aku, buat Iren dan Buat Icha..." Kata Ika memberikan sebuah gelang yang bertuliskan 'Friendship'...

"Oh ya, katanya... Ntar kalau sudah selesai kuliah diparis dia balik kemari akan cari kita... Dia ingin lihat anak-anak kita Cha, trus dia ingin lihat suami kamu nanti Ren... Kita juga harus berjuang disini..." Kata Ika...

Rasa haru tak dapat dibendung, kami bertigapun menangis berpelukan... Tiba-tiba...

"Ik... Rakka bagaimana...?" Iren menyela ditengah tangisan kami...

Aku kaget dengan pertanyaan Iren... Apa maksud mereka? Mereka sepertinya membaca keherananku...

"Iya Cha, tadi Agnes sms aku, Katanya Dia lagi bareng Rakka... Rakka juga mau berangkat ke Paris dan bakal masuk 5 menit lagi..." Kata Iren...

"Kenapa kamu gak bilang sama aku tadi Ren...?" Tanyaku...

"Karena pasti kalau aku bilang Agnes bersama Rakka, pasti kamu tak mau datang kemari kan...?" Kata Iren

Aku terdiam...

"Cha, Rakka titip surat ini buat kamu... Tadi dia nulis cepat-cepat... Aku dan Agnes udah cerita semuanya sama Rakka... Kita gak tahan nyembunyiin hal ini... Dan setelah tahu itu dia ingin tinggal dan tidak berangkat... Tapi dia dipaksa Eyangnya... Kamu baca deh surat ini..." Kata Ika sambil menyerahkan sepucuk surat kepadaku...

"Dearest Carissa,

Cha, setelah baca surat ini aku sudah tak ada disana... Kamu bisa menganggapku laki-laki pengecut, kamu bisa menganggapku laki-laki yang tak bertanggung jawab... Apapun terserah...

Tapi satu hal kamu harus tahu, Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun...!

Aku baru tahu satu hal dari teman-teman kamu... Maaf atas kesalahanku tempo hari... Benar aku tak bermaksud merusak masa depanmu...

Setelah mengetahui hal itu, aku makin ingin mendampingimu disaat-saat seperti ini...

Tapi apadaya, eyang kakungku baru meninggal kemarin dan eyang menitip pesan agar aku menjaga dan mengikuti apa yang eyang putri mau... Jadi aku harus melaksanakan amanatnya...

Maaf aku hanya meninggalkan surat ini!

Jaga anak kita yah... Aku janji sepulangku dari Paris akan kucari kau dan anak kita... Dan aku akan bertanggung jawab dengan semua yang kulakukan...

Kiss and hug,

Rakka"

Setelah membaca surat itu tiba-tiba perutku sakit... Seperti ada yang bereaksi dari dalam tubuhku...

"Awww...." Rintihku sambil memegang perutku...

"Cha, kamu kenapa?" Tanya Iren panik...

"Perutku...." Jawabku...

"Aduh... Gimana nih...?" Ika tak kalah panik...

"Ren, kamu bisa pegang Icha kan? Bawa ke mobilku..." Kata Ody...

Dengan bantuan Iren aku dibawa Mobil Ody dan mereka membawaku kerumah sakit... Tiba dirumah sakit aku segera dilarikan ke UGD dan aku tak sadarkan diri....

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kudengar samar-samar Iren sedang berbicara dengan dokter...

"Dok, bagaimana keadaan teman saya?"

"Dia tidak apa-apa cuma sepertinya dia baru mengalami tekanan batin yang berat makanya calon bayi-bayinya ikut bereaksi... Saya bisa bertemu dengan suaminya..."

"Eh? Suaminya tadi baru berangkat Dok..."

"Oh mungkin karena itu, ya sudah... Jaga teman anda jangan biarkan dia stres karena bisa menganggu kandungannya..." Kata Dokter...

"Baik dok..."

Calon Bayi-bayi? Aku membuka mataku perlahan... Dan mulai mengeluarkan suara...

"Ren..."

"Eh, Iya Cha? Kamu udah bangun..."

"Aku mau tanya apa maksud dokter calon bayi-bayinya tadi?"

"Jadi gini Cha, kata dokter kamu sedang mengandung anak kembar...." Kata Iren

"Kembar?" Tanyaku memastikan...

Iren mengangguk, bulir airmataku jatuh lagi... Ya Tuhan, Kembar! Bagaimana aku harus membesarkan mereka tanpa seorang ayah? Inikah arti mimpiku yang dulu?...

"Ika kemana Ren?"

"Lagi bareng Ody, mereka konsultasi sama dokter juga sepertinya..."

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

8 Bulan kemudian...

Hari ini tepat hari Valentine... Aku sedang merajut sweater untuk anak-anakku... Satu berwarna hijau dan satu berwarna pink... Yang hijau telah aku selesaikan dan sekarang aku sedang berusaha menyelesaikan sweater berwarna pink... Beberapa bulan yang lalu aku USG dan kata dokter anakku sepasang... Yang satu laki dan yang satu perempuan...

Oh ya, aku ingin menceritakan kisah 8 bulan belakangan ini... Aku sudah tidak tinggal di kos-kosan Bua Era semenjak aku pulang dari rumah sakit tempo hari... Aku tinggal disebuah rumah kontrakan tepat disamping rumah Ika dan Ody... Awalnya aku tinggal bersama Iren disitu... Tapi, belakangan orang tuanya tahu kalau Iren bergaul dengan aku dan Ika yang kalian tahulah~ makanya dia dipanggil Mamanya tinggal dirumah barunya bersama Papa barunya... Sebenarnya dia tidak mau tapi dia dipaksa... Dan Mamanya benar-benar membuat kami Lostcontact dengan Iren... Jadi aku tinggal sendirian dikontrakan ini... Dan orang tuaku juga datang mengunjungiku... Mereka tahu kalau aku MBA... Awalnya mereka marah besar-besaran sama aku... Tapi syukurlah, aku diberikan orang tua yang baik... Sehingga mereka bisa memaafkanku... Ibuku tinggal disini sementara waktu menemaniku sampai anakku lahir... Sedangkan Ayahku kembali ke Semarang untuk bekerja... Aku dan Ika jadi sahabat yang makin dekat... Apalagi usia kandungan kami sama-sama dan kami berjanji akan membesarkan anak-anak kami bersama-sama...

Rajutan yang terakhir... Sweater pink munggil dan hijau munggil kini telah siap... Tiba-tiba perutku sakit... Perih, seperti ada yang menendang-nendang... Sakit tak tertahankan... Aku berteriak-teriak... Kulihat ibu datang menghampiriku... Tak lama kemudian aku digotongnya dan dibawa masuk kedalam taksi dan kamipun melaju ke sebuah rumah sakit... Disana kulihat Ika juga sedang bersama Ody dan Kedua orang tuanya meraung-raung kesakitan sepertiku… kami berdua sama-sama dibawa dengan blangkar (ngarang… apasih namanya yang tempat tidur trus didorong-dorong itu…?) kami berdua bertatapan sambil tersenyum bersama…

“Kita berjuang bersama yah…” Kataku…

Ika mengangguk sambil tersenyum… Kamipun dibawah keruang bersalin bersama-sama…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Skip

Aku membuka mataku pelan… samar-samar kulihat ada Ibu menggendong seorang bayi, ada Ayah, ada Ika dikursi Roda sambil menggendong seorang bayi dan ada Ody dibelakangnya… Semua tersenyum kearahku… Ibu membantuku duduk diranjangku sambil menyerahkan seorang bayi mungil kedalam gendonganku…

“Itu anakmu sayang… seorang bayi laki-laki yang gagah… sayangnya bayi perempuan tak bisa diselamatkan…” Kata Ibu

Airmataku menetes mendengarnya, bahagia tapi juga sedih… Bahagia karena kini seorang bayi mungil berada digendonganku… Sedih karena aku tak berhasil menyelamatkan seorang bayi lagi dan dia anakku…

“Bu… aku bisa melihat bayi perempuanku untuk yang terakhir kalinya…” Tanyaku…

“Sayang kamu sudah 2 hari tak sadarkan diri… dan tentu saja bayi itu sudah dimakamkan… Ibu saja tak sempat melihatnya karena setelah kamu bersalin kemarin ibu ditelepon tetangga katanya rumah kita kemasukan maling… tapi untung saja tak ada yang dicuri… kata dokter setelah tahu bayi kamu itu sudah tak bernyawa mereka segera memakamkannya…”

Ada yang ganjil dan aneh setelah ibu menceritakan hal itu… Batinku sepertinya menolak… Tapi mungkin aku hanya shock mendengarkannya… Aku mengecup dahi bayi mungil didepanku ini… Dan tersenyum…

“Kamu yang tabah yah Nak… Ibu dan Ayah keluar sebentar, kami mau keruangan dokter dulu menanyakan apakah kamu sudah bisa pulang atau belum…”

Aku mengangguk… Ayah dan Ibupun keluar…

“Ik, nama anak kamu yang cantik ini siapa?” Tanyaku…

“Belum punya… Aku nunggu kamu sadar biar kita namain anak kita bareng-bareng…” Kata Ika

“Hm… sekarang kan aku udah sadar,, ayo siapa nama anakmu?” Tanyaku

Ika menatap Ody… Ody tersenyum memasrahkan nama anak itu…

“Namanya Oik Cahya Ramadlani… Oik singkatan dari Ody dan Ika,, sedangkan Cahya aku ambil dari nama keduamu Cha… Aku ingin dia bercahaya dan menjadi wanita yang tangguh seperti kamu… Ramadlani, karena dia adalah berkat buat aku dan keluargaku…” Kata Ika… Kulihat mata Ody berkaca-kaca mendengar nama Cantik bayi mungil itu… terharu! Ya mungkin walaupun dia bukan ayah biologis anak itu… Tapi dia tentu menyayangi anak itu sama seperti Dia mampu menerima Ika apa adanya…

“Nah…sudah… sekarang kamu dong…” Kata Ika

Aku terdiam sejenak… berpikir kemudian teringat sesuatu…

“Namanya… Cakka Kawekas Nuraga… Dia kelak akan jadi penakluk bumi dan menjadi sinar didalam kegelapan yang akan menuntun raga yang penuh kegelapan…” Kataku…

“Nice name… So sweet….hahaha…”

Aku ikut tertawa… sekarang gak ada lagi yang menjitak kepala Ika jika kata-kata ‘so sweet’ keluar dari mulutnya… Ah,, tiba-tiba saja Kangen Iren dan Agnes…

“Oh ya Cha… Cakka bukannya singkatan dari Carissa dan Rakka yah?” Tanya Ika hati-hati…

“Yap... Tapi Cakka juga dalam bahasa sansekerta berarti Penggerak/ Penakluk Bumi…” Kataku

“Alahhhh… alibimu saja Cha,,, hahahaha… Gak apa-apa kok kalau artinya Carissa dan Rakka… itu artinya kamu masih menyimpan harapanmu dengan Rakka…”

Jauh didalam hatiku memang masih menyimpan sejuta harapan untuk Rakka kembali seperti apa yang dikatakan tempo hari pada suratnya… Tapi aku tak boleh diam menunggu… Hidup ini terus bergulir… Dan aku kini punya Cakka, Aku harus membesarkannya… Karena Dia Sinar hidupku

“Oh ya Cha… Anakmu laki-laki, anakku perempuan… Hmm, siapa tahu yah mereka berjodoh trus aku dan kamu bisa jadi keluarga…” Kata Ika

Kamipun tertawa bersama….

#END#...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...