Senin, 28 Maret 2011

My Energy (One)

1

H


all bergemuruh, riuh dengan tepuk tangan para penonton menyambut band yang akan tampil… Semua bersorak-sorak meneriakan nama personil-personil band… Apalagi ketika sang pembawa acara menyebut salah sebuah nama group band membuat sorak-sorai penonton semakin memuncah…

The Energy Band…”

“Cakka… Ya ampuuuuuuuunnnn” Terdengar teriakan yang paling keras dari semuanya dari tribune sebelah kiri… Gerombolan gadis remaja membawa beberapa spanduk serta attribute untuk menyemangati band tersebut… terutama sang vocalis yang merupakan gitaris band itu juga…

Suara yang berat namun terasa nyaman ditelinga segera memanjakan telinga yang para penonton…

“Selamat Sore semua, Selamat Sore My Energy…”

“Soreeee….” Terdengar histeris gadis-gadis remaja disitu…

“Oke… Mungkin ada yang belum kenal kita… Kenalin yah, Saya Cakka pada vocal dan gitar… Gabriel pada bass dan Ray pada drum… Kita dari SMA Archimedes, kali ini kita akan membawakan lagu dari Bruno MarsJust the way you are… Yang tahu lagunya ikutan nyanyi yah…”

Mendengar Lagu yang akan dinyanyikan sontak menggemparkan, Just the way you are adalah lagu yang kebanyakan gadis-gadis dambakan, ada seseorang yang bisa menyanyikan lagu itu karena lirik lagunya sepertinya khusus diciptakan untuk gadis-gadis dan bisa membuat gadis-gadis terbang kelangit ketujuh tentunya…

Oh her eyes, her eyes…Make the stars look like they’re not shining

Her hair, her hair…Falls perfectly without her trying

She’s so beautiful and I tell her every day

Yeah I know, I know when I compliment her

She won’t believe me

And its so, it’s so sad to think she don’t see what is see

But every time she asks me do I look okay, I say…

When I see your face there’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing, Just the way you are

And when you smile, the whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing, Just the way you are

Her nails, her nails ...I could kiss them all day if she’d let me

Her laugh, her laugh, she hates but I think it’s so sexy

She’s so beautiful and I tell her every day

Oh you know, you know, you know I’d never ask you to change

If perfect is what you’re searching for then just stay the same

So don’t even bother asking If you look okay

You know I say…

When I see your face there’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing, Just the way you are

And when you smile, the whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing, Just the way you are

And when you smile, the whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing Just the way you are

The way you are...The way you are

And when you smile, the whole world stops and stares for awhile

Cause girl you’re amazing, Just the way you are...

Senyum sepintas dari Cakka ketika menyelesaikan lagu itu… Tatapannya beralih kepada seorang gadis mungil berkacamata dan berkuncir dua yang duduk diantara begitu banyak orang yang hadir pada sore itu…

Gadis itu dengan canggung menatap balik Cakka, melihat-lihat apakah ada orang yang memperhatikan dirinya yang sedang ditatap oleh Cakka… Mungkin dia terlalu kecil untuk diperhatikan, semua pandangan hanya tertuju kepada Cakka dan bandnya… Gadis itu menghela napas tenang… Untuk sementara waktu ini dia merasa nyaman berada diposisi itu…

Segera Ia memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan dengan mata Cakka yang sedang memandanginya… Untuk beberapa saat kemudian Cakka tersadar dan segera menutup penampilan mereka…

“Terima Kasih… sekian dari kami The Energy Band…”

Gabriel dan Ray segera mendekati Cakka ketengah panggung, lalu mereka membungkukan badan mereka secara bersamaan… Kemudian berjalan kebelakang panggung diiringi tepuk tangan dan menghilang dibalik layar…

Amazing Performance…” Seseorang menyambut mereka dengan pujian…

Itu adalah Guru kesenian mereka yang merupakan pelatih band mereka, sekaligus yang menawarkan mereka ikut dalam Pensi yang diadakan SMA Aristoteles pada saat itu namanya Pak Oni…

Thanks Sir… Ini juga berkat Sir…” Ucap Gabriel diikuti anggukan kedua teman-temannya…

Seorang gadis tampak dengan takut-takut mengintip kebelakang panggung… Cakka yang menyadari hal itu segera meminta izin kepada guru dan kedua temannya…

“Sob… Gue kesana dulu yah…” Bisik Cakka pada kedua sahabatnya…

Keduanya menatap yang ditunjuk oleh Cakka dan mengangguk mengerti…

“Pak… saya ke luar sebentar yah gerah disini…” Ijin Cakka pada gurunya…

“Ya sudah… Jangan lama-lama setelah ini kita kembali ke studio, latihan untuk acara minggu depan disekolah kita…” Kata Pak Oni…

“Siap pak!” Kata Cakka sembari melangkahkan kaki pergi dari tempat itu…

Kedua kawannya menatap kepergian Cakka, lalu saling bertatapan dan mengangkat kedua bahunya… Bukan mereka tak tahu dengan alasan Cakka pergi dari backstage, tapi mereka aneh akan sikap Cakka belakangan karena seorang gadis…

“Hei…” Cakka mengagetkan gadis yang sedari tadi mengintip-ngintip itu dengan memegang pundak sang Gadis…

“Eh… Cak… Cakka…” Gadis itu gagap melihat siapa yang memegang pundaknya…

“Sudah berapa kali ku bilang jangan ngintip-ngintip seperti itu, masuk saja… Gak akan ada yang marah kamu…” Kata Cakka kepada Gadis itu…

“Tap… tapi…” Belum selesai gadis itu melanjutkan perkataannya Cakka segera meletakan jari telunjuknya dibibir gadis itu menyuruh gadis itu untuk tidak melanjutkan kata-katanya…

“Sekarang kamu pacar aku… jadi gak ada kata malu lagi untuk menemuiku… karena aku sayang kamu…”

Senyum samar dari gadis itu ketika mendengar perkataan Cakka, entah membuatnya senang atau malah semakin was-was…

“Sini…” Kata Cakka kemudian menggandeng tangan gadis itu lalu berjalan keluar dari belakang panggung… Gadis tersebut hanya menyembunyikan wajahnya dengan cara menduduk agar wajahnya tak dilihat orang… Dia bukan malu karena Cakka menggandeng dirinya… Tapi dia tidak mau Cakka malu ketika orang-orang tahu kalau Cakka menggandeng dia…

Cakka membawa gadis mungil berkacamata dan berkuncir dua kebagian atap SMA Aristoteles …

Langit sore berwarna jingga kecoklatan, matahari hampir tenggelam diufuk barat menjadi background pemandangan di sore itu… Tampak pula beberapa burung-burung yang hilir mudik dan lalu-lalang hinggap diatap mereka terlihat bahagia dan tanpa beban terbang dengan bebas… Gadis itu tersenyum menyaksikan apa yang ada dihadapannya saat itu…

“Kau suka?” Tanya Cakka kepada Gadis itu…

Ia membalas dengan anggukan dan sebuah senyuman… Kemudian mereka berdua duduk disebuah bangku tak jauh dari situ…

Cakka meletakan kepalanya diatas paha gadis mungil itu, lebih tepatnya tidur dipangkuan gadis itu…

“Lagu tadi untukmu…” Kata Cakka sambil tangannya memain-mainkan kuncir rambut gadis itu…

“Tapi Cakka… aku tak sesuai dengan lirik lagu tadi, aku tak cantik, orang-orang malah menyebutku buruk…”

Cakka segera berdiri dari pangkuan gadis itu lalu duduk berhadapan dengan dengannya… Cakka memegang kedua lengan gadis itu dan matanya menatap tajam kearah gadis didepannya membuat pipi sang gadis memanas melihat tatapan Cakka…

“Dengar yah Oik sayang, Bagiku kamu adalah yang paling cantik bagaimanapun kamu… Aku suka kamu bukan karena kecantikan yang terpancar dari luar tapi dari dalam hatimu… dan menurutku wajahmu cantik melebihi siapapun…”

Gadis itu namanya Oik, sudah sebulan belakangan ini menjadi pacar seorang pentolan sekolah, Cakka yang notabene memiliki banyak penggemar baik disekolah maupun diluar sekolah… sedangkan Oik hanyalah Gadis biasa yang dijuluki teman-temannya sebagai ‘cewek loser’… Tapi belakangan ini berubah semenjak saat itu hidupnya berubah, semua mata seakan tertuju padanya… Bahkan banyak kabar-kabar burung yang mengatakan ia memakai pelet atau ajian untuk memikat Cakka… Tapi selalu ia hadapi dengan senyuman… Cakka, dia adalah satu-satunya orang yang memperlakukannya bak putri… Hanya dia! Yang lain? Bahkan tak ada yang menganggapnya…

Oik tak berkata apa-apa lagi ketika Cakka berkata seperti itu dia bingung entah harus senang, atau sedih…

“Wow… Sunset…” Kata Cakka menunjuk kearah langit tampak matahari sedang melakukan proses terbenam diufuk barat… Terlihat indah dari tempat Cakka dan Oik berada…

“Indah…” Kata Oik sambil menyipitkan matanya yang berada didalam frame kacamata…

Cakka meletakan lengannya melingkari pundak Oik… Oik tersenyum kecil, hatinya dag-dig-dug tak karuan… Ini pertama kalinya dia melewati sore seindah itu bersama Cakka… Cakka memang sangat tahu cara membuatnya senang… Seketika mereka terhanyut dalam nuansa indah sore itu… Sebelum akhirnya ponsel Cakka berdering…

“Hallo…” Cakka segera mengangkat ponselnya yang berdering…

“Hallo… Kka… Pak Oni ngomel-ngomel lo belom balik-balik juga… katanya lo disuruh cepet balik…” Suara Ray diseberang

“Bentar lagi lah Ray, gue lagi asyik nih ganggu aja…”

“Hayo… Lo ngapain…? Mesum yeh sama ‘pacar’ lo itu? Cepetan kita udah mau balik nih… sama fans-fans lo pada nanyain lo dimana…”

“Pikiran lo negatif melulu… Ia deh gue kesana, tunggu aja…”

“Jangan lama-lama ya Kka…”

“Iya…” Kata Cakka lalu memutuskan sambungan telepon…

Cakka segera berdiri… Angin berhembus sepoi-sepoi, semakin tidak ada cahaya karena matahari sudah terbenam diufuk barat… Oik memegang kedua lengannya, tanda kalau gadis itu sedang kedinginan… Cakka segera melepaskan jaket kulit ungunya lalu meletakannya dipundak Oik…

“Kita balik… Udah gelap… Kamu pake jaketku biar gak sakit yah…” Kata Cakka kemudian…

Oik mengangguk sambil memakai jaket yang diberikan Cakka kepadanya… Kemudian Cakka menggandengnya menuruni tangga demi tangga SMA Aristoteles yang bertingkat 4 itu… Untung saja lampu disekolah itu sudah dinyalakan jadi tidak segelap ketika mereka berada dibagian atap sekolah itu…

Tiba dibawa Cakka masih menggandeng Oik, lalu berjalan menuju Gedung serba guna yang dipakai untuk pensi tadi…

“Hei… itu Cakka…” teriak salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam SMA, dilengannya terpampang lokasi sekolah SMA ARISTOTELES…

Teriakan gadis itu menyebabkan banyak gadis-gadis seumuran mereka yang mengalihkan pandangannya kearah Cakka, dan tak lama kemudian Cakka telah dikerumuni banyak gadis-gadis… Ada yang minta foto bareng, minta tanda tangan, minta pin BB, minta nomor hp, alamat twitter, facebook dan lain sebagainya… Cakka hanya bisa menanggapi mereka dengan senyuman lalu menjawab satu-satu pertanyaan mereka…

Oik yang masih berada dalam genggaman Cakka perlahan melepaskan tangannya, dia merasa risih dikerumuni banyak orang seperti itu, dan dia tahu kalau Cakka butuh waktu juga untuk melayani para penggemarnya…

Oik segera berlari semakin menjauh dari Cakka… Tapi tiba-tiba mulutnya disekap oleh sebuah tangan… Oik berusaha meronta dan mencoba berteriak, tapi tenaganya tidak kuat untuk melawan orang itu dan dia juga tak bisa melihat wajah orang itu karena disitu sangat gelap….

Ponsel Cakka kembali berdering, kali ini yang menelepon adalah Gabriel…

“Hallo… Ada apa Gab?”

“Hei Kka,… katanya tadi jalan kemari… udah dari ditunggu kok gak muncul-muncul…”

“Gab… gue di cegat sama fans-fans gue nih…”

“Oh ya udah gue suruh Pak Oni jemput lo…”

Gabriel memutuskan sambungan teleponnya… Tak beberapa lama kemudian Pak Oni datang mengamankan Cakka yang sedang dikerubutin cewek-cewek bagaikan gula dikerubutin semut…

“Maaf cewek-cewek yang cantik jelita… pinjam Cakka dulu yah… Cakka harus istirahat…” Kata Pak Oni…

Pak Oni membawa Cakka pergi meninggalkan cewek-cewek itu kembali ke backstage tempat dimana Gabriel dan Ray menunggu… Setelah itu merekapun mengemasi alat-alat musik mereka lalu menuju mobil yang tersedia untuk mereka kembali kestudio tempat mereka latihan… Sebelum masuk kedalam mobil Cakka tersadar akan sesuatu…

“Oik… Oik kemana?” Tanya Cakka kemudian celingak-celinguk…

Gabriel dan Ray yang menyadari kekhawatiran Cakka…

“Lo kenapa?” Tanya Ray…

“Oik…” Jawab Cakka singkat, padat dan jelas…

“Oik lagi… Oik lagi…” Ucap Gabriel dan Ray berbarengan…

“Tadi Oik bareng gue… Pas dikerubutin cewek-cewek gue masih pegang tangannya Oik… tapi… Aduh… Oik kemana yah?” Kata Cakka dengan nada khawatir…

“Udahlah Cakka… Oik kan udah besar, dia gak bakal kenapa-kenapa kok… nanti kamu kan tinggal telepon aja dia… Sekarang kita harus buru-buru kestudio…” Kata Pak Oni segera naik dikemudi mobil tersebut…

Merekapun melaju menuju ke studio… Tapi tetap saja Cakka tak tenang, Pasalnya sedari tadi dia menghubungi nomornya Oik tak ada jawaban dari sana… Sengaja tak diangkat atau Oik tak membawa ponselnya… Entahlah… Yang pasti perasaan Cakka pada saat itu terasa tak tenang…

sebenarnya ini mau diselesain dulu baru dipost -_____-

tapi entah kenapa tanganku gatal buat nge-postnya -______- hahaha

padahal masih nunggak 2 cerbung -_-vvvvv

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...