Senin, 21 Maret 2011

Behind the Scene #6

Part ini paling Aneh -____-

6.

“Ulang tahun yang mewah dirayakan dihotel berbintang dengan mengusung jenis private party dan dengan thema couple’s night, Dimana setiap yang diundang harus membawa pasangan masing-masing, Ulang tahun Zahra Damariva, pemain film sekaligus penyanyi yang tengah merilis albumnya… menjadi parade para selebritis muda… Banyak selebritis yang hadir diacara pesta itu… antara lain Cakka Nuraga, Raissa Arif, Oik Cahya, Ashilla Zahrantiara, Mario Stevano dan masih banyak lagi… memuat kisah tersendiri… Mulai dari Cakka yang diduga datang bersama Acha… serta siapakah pria yang datang bersama Oik… dan ada apakah antara Cakka dan Shilla yang terdengar kabar akan merilis album duet mereka? Serta siapakah gadis yang mengenakan seragam SMP difoto yang ditemukan oleh salah seorang wartawan didasbor mobil Cakka yang sepertinya sangat penting untuk Cakka? Dari ulang tahun Zahra dan kisah didalamnya sampai ke kehidupan selebriti muda lainnya… Semuanya akan kami iris… Jangan kemana-mana…” (backsound: nada kuntilanak menangis… visual: orang nancap pisau (?)…)

“Cakka???” Manager Ikut-ikutan kaget…

Sedangkan Cakka duduk lemas disofa sambil menyandarkan kepalanya diatas sandaran sofa tersebut…

“Waaahhh hebat lo Kka… banyak amat cewek yang ada disekeliling lo… Bagi-bagi dong satu… gue jomblo ngenes nih…” Kata Ray…

Plak…. Sebuah bantal berhasil mengenai kepala Ray yang dilempar oleh manager Cakka…

“Ray lo bisa diam gak? Si Cakka lagi kena musibah juga…”

“Apa lo? Untung yang lo lempar bantal… kalau benda keras gimana? Pala gue benjol gimana? Lo yang mau tanggung jawab? Kena musibah gimana…? Adanya anugerah tahu dikelilingin banyak cewek kayak gitu…”

“Anugerah pala lo peyang…” Kata Manager Cakka

Sementara Cakka malah makin pusing mendengar perdebatan kembar beda jenis itu (?) (baca: Ray dan Roy)

“Stoppp… kalian berdua bisa diam gak sih… gue lagi pusing…”

Keduanya terdiam dan mengunci mulutnya…

“Dia pasti makin marah sama gue… gimana caranya coba gue baikan sama dia kalau tambah masalah baru lagi?”

“Dia siapa sih Kka?” Tanya Ray

“Cinta monyet lo…?” Tanya Manager Cakka

Cakka mengangguk lemas…

“Eh Roy cinta monyetnya Cakka siapa sih? Pasti orangnya kayak monyet yah??” Ceplos Ray

Plak!.... satu jitakan lagi dari manager Cakka mendarat mulus di jidat Ray…

“Sakit tahu…” Plak… Ray membalas jitakan manager Cakka tersebut…

“Sakit juga tahu, makanya jangan becanda orang lagi serius juga…”

“Abis kan gue gak tahu… Cuma pengen nanya doang…”

“Udah lo gak perlu tahu… Oh ya Kka… tapi menurut gue lo kayaknya cinta beneran sama dia deh, bukan cinta monyet lagi… atau bukan karena sekedar mau minta maaf karena kesalahan masa lalu lo sama dia… kayaknya beda gitu Kka…” Sambung Manager Cakka…

“Tahu apa lo?” Ujar Cakka ketus sambil mengambil remote dan mematikan TV...

“Pulang!...” Kata Cakka singkat lalu beranjak dari tempat duduknya…

“Eh Kka… Loh gak mau liat beritanya yah?” Tanya Manager Cakka…

“Percuma… biarin aja berkembang dengan sendirinya… males gue…” Kata Cakka segera melangkahkan kakinya…

“Ray… kita pulang dulu yah… Deee…” Ujar Manager Cakka dengan gaya kawai… Ray bergidik ngeri…

“Ih… hus pulang sana… jangan bawa-bawa masalah lagi ke gue yah…” Kata Ray sembari mengusir…

Cakka menyalakan mobilnya lalu melaju menyusuri jalan ibukota menuju rumahnya…

Ditempat lain lebih tepatnya dirumah Oik…

“Praaaaannnggg!!!” Bunyi sebuah gelas jatuh…

Ify yang sedang berada dikamarnya bergegas turun menemui adiknya dibawah…

“Oik??? Lo kenapa???” Tanya Ify panik melihat oik terdiam mematung dan menjatuhkan gelasnya…

Ify segera mendekati Oik… Oik segera memeluk kakaknya sambil menangis dipelukan kakaknya itu… Ify masih tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Oik… Kemudian Ia menatap TV melihat infotaiment yang sebelumnya ditonton Oik…

Infotaiment itu sedang membicarakan tentang ulang tahun Zahra…

“Gara-gara ini?” Tanya Ify…

Oik terdiam…

“Lo gak mau digosipin sama Ozy yah?” Tanya Ify

Oik menggeleng masih dalam pelukan Ify…

“Trus? Jangan nangis terus dong Ik… Kakak gak tahu kan permasalahannya, Lo kan udah biasa digosipin jadi seharusnya lo udah gak kaget dengan berita-berita seperti itu lagi…”

“Bukan begitu kak…” Jawab Oik dengan nada lemah dan masih dalam pelukan Ify…

Ify kembali memperhatikan infotaiment itu… dan sedang membahas tentang duet Cakka dan Shilla… Ify lantas kaget melihat pembahasan infotaiment yang ada didepannya itu…

“Oik??? Ini benar Cakka bakalan buat album duet dengan Shilla?? Atau Cuma gossip?” Tanya Ify

“Itu benek kak…” Kata Oik

“Jadi gara-gara ini Ik lo nangis?” Terka Ify…

Oik tak menjawab… karena bisa jadi mungkin saja itu salah satu penyebab airmatanya tiba-tiba mengalir dipipinya…

Ify bingung dengan adiknya itu… apa mungkin dia masih sayang sama Cakka? Setahu Ify, Oik membenci Cakka… atau lebih tepatnya berusaha membenci Cakka… mungkin menutupi rasa sayang dengan benci adalah pilihan Oik untuk Cakka… dan setahu Ify adiknya tidak akan lemah dengan hal-hal yang berbau Cakka, buktinya Cakka malah pernah digosipkan dengan Acha bahkan Oik menonton sendiri adegan Cakka dan Acha jalan berdua di Mall dia tak lemah… Masa hanya dengan mendengar Album duet Cakka dan Shilla, Oik bisa sampai menangis seperti ini…

Ify mengarahkan pandangannya kembali ke TV… Kali ini beritanya berpindah… Bukan lagi tentang Cakka dan Shilla… tapi…..

Ify tiba-tiba melotot melihat yang ada di Infotaiment tersebut!

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

‘Kring….kring…kring….’ Bunyi telepon rumah Cakka berdering…

Cakka yang sedang tiduran disofa tanpa melepas alas kakinya dan menutup mukanya dengan bantal terganggu… Dia menyuruh Managernya untuk mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari Ray…

Roy: Hallo…

Ray: Hallo…

Roy: Eh… si gondrong… ada perlu apa ndrong?

Ray: Eh cepetan putar TV deh…

Roy: Emangnya ada apa?

Ray: Putar aja cepetan deh…

Roy: (mengambil remote dan menyalakan TV) Nih udah trus?

Ray: Nah lo putar OKtv deh… yang tadi kita nonton…

Roy: Tunggu bentar yahhh… emang ada apa sih Ray…

Ray: Gue masuk Tipi……

Roy: Gubracckkkk… jadi Cuma buat itu lo nelpon…

Manager Cakka menutup telepon dengan kasar…

“Woi ,, Bisa gak nyante wae… gue lagi pusing juga lo nutup telepon kasar gitu…”

“Iya maap Cakyongs… Abis emosi sama Ray masa dia nelpon kemari Cuma buat ngasih tahu kalau dia masuk TV… norak banget sih…” Kata Manager Cakka

Cakka mengalihkan pandangannya ke TV disitu ada adegan Ray dikejar-kejar wartawan… Seperti yang Ray ceritakan kepadanya tadi… Cakka segera menutup mukanya dengan bantal kembali…

“Matiin Tvnya..!” Perintah Cakka…

“Tapi Kka… Lu gak mau liat adegan asli si Ray dikejar-kejar?”

“Gak perlu! Buruan matiin gak!!”

Dengan cepat Manager Cakka mematikan TV… Manager Cakka kemudian duduk disofa tak jauh dari tempat Cakka…

“Cakka… gue boleh nanya sesuatu gak sama lo…”

“Apa??” Tanya Cakka masih dengan nada ketus…

“Kok foto itu bisa ada didasbor mobil lo…?”

Cakka terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari managernya tersebut…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Oik… foto itu????” Ucap Ify sembari kaget…

Oik mengangguk…

Ya, sekarang dia tahu apa penyebab sebenarnya adiknya seperti itu… Foto masa lalu… Oik susah untuk mengalahkan masa lalunya … Walaupun dulu menurutnya hanya sekedar cinta anak kecil, tapi kebersamaan mereka belakangan ini karena dituntut pekerjaan membuat benih yang pernah tumbuh semakin berkembang… Walaupun mereka berdua menutupinya dengan rasa benci satu dengan yang lain…

“Lo ingat masa lalu lo lagi gara-gara foto itu?” Tanya Ify

Oik melepaskan diri dari pelukan Ify dan menghapus sisa-sisa airmatanya…

“Konyol yah kak… Gue bisa nangis Cuma gara-gara foto itu...?”

Ify membelai rambut adiknya itu…

“Siapa bilang? Setiap orang pasti punya kenangan yang tak bisa dilupakan… karena itu bagian dari kehidupan kita…”

“Kenapa foto itu bisa sampai ke tangan wartawan? Cakka bodoh!”

“Ya… memang tapi setidaknya lo perlu tahu satu hal Ik…”

“Apa itu?...”

“Cakka itu masih menyimpan memori masa lalu kalian buktinya foto itu masih dia simpan… seperti yang dia katakan di tabloid itu…”

“Tapi tetap saja dia bodoh!”

“Tenang aja Ik, sementara ini kamu gak perlu takut… toh pers gak tahu foto yang bersama Cakka itu foto kamu waktu SMP…!”

“Ya memang sih kak… Tapi perlahan pasti semua akan terbongkar…”

“Apa salahnya Ik coba baikan sama Cakka?”

“Gak kak… kalau begitu Oik percuma beralih profesi… Oik mau focus kekarir Oik dulu kak… Pokoknya Oik gak boleh lemah sama masa Lalu lagi… Lupain Cakka… dan mulai karir baru… titik!” Tekad Oik…

Ify hanya bisa menatap Oik… walaupun berkata seperti itu Ify tahu kalau Oik tak mengatakan itu dari hatinya… Ify hanya bisa menghargai keputusan yang Oik ambil…

>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Itu, hm… karena…anu…”

“Cause Girl you’re amazing just the way you are….”

BB Cakka tiba-tiba berdering tanda panggilan masuk… Cakka tak jadi melanjutkan perkataannya barusan dia segera mengangkat telepon…

“Hallo… Kenapa Cha…”

“Hallo Cakka… Kita bisa ketemuan gak?” Kata suara diseberang telepon yang adalah Acha…

“Ada apa? Kapan?”

“Gue gak bisa jelasin ditelepon… sekarang aja gimana… Gue tunggu lo di Restoran Jepang tempat kita ketemu tempo hari… boleh gak?”

“Hm… Boleh deh…”

“Lo gak sibuk? Kan lo ka nada project baru bareng Shilla?”

“Gak kok… gue gak sibuk… Udah selesai… yaudah tunggu gue disana 10menit lagi gue nyampe…”

“Okedeh sip… gue tunggu yah…” Acha mengakhiri sambungan teleponnya…

Cakka segera berdiri dari sofa lalu menuju garasi segera naik dimobil miliknya dan melaju ke salah satu Mall diibukota…

Continue~

Maaf lagi-lagi kurang panjang hehe… udah diusahain manjangin tapi pekerjaan masih banyak menunggu… ntar kalau ada waktu luang yang lebih banyak… diusahaan perpanjang lagi…ehe -_-v

3 komentar:

Anonim mengatakan...

lanjut dong....
:(

Anonim mengatakan...

lanjut, bagus bgt critanya

Annisa Dirga :) mengatakan...

Lanjutnya di tunggu !!
Buruan yah kakak ;)

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...