Kamis, 21 Maret 2013

Under the Marriage: 11. MY CRAZY DADDY

11. MY CRAZY DADDY

Tunggul Dhewa Nuraga, adalah Daddy Cakka yang punya ambisi untuk anaknya. Dia ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya. Apapun yang dia lakukan semata-mata hanya untuk Cakka. Tidak ada yang boleh menghalanginya, termasuk anak ingusan seperti Ashilla Zahrantiara. Dari pertama dia sudah mengira bahwa anak itu akan membawa dampak buruk buat anaknya. Dan terbukti sekarang bukan apa yang dia katakan?
Berdampak sangat teramat buruk. Anaknya pamornya sudah mulai turun dan anak ingusan itu dengan gemilangnya naik ke puncak. Dengar-dengar kabar burung Shilla juga akan meluncurkan sebuah album terbaru yang akan menjatuhkan anaknya. Karena semua di dalam albumnya itu menjatuhkan anaknya! Oh! That’s funny! Kalah dengan anak ingusan seperti itu? Tidak mungkin.
Maka dengan segera daddy-nya Cakka itu memutar otaknya memikirkan segala cara agar pamor anaknya yang turun dratis naik kembali. Segala upaya telah ditempuhnya.
Seketika itu ada sebuah MMS masuk ke dalam ponselnya. Dan dia segera merogoh ponsel dari dalam sakunya melihat apa yang dikirimkan oleh Bram Sandy―manajer anaknya itu.

From: Bram Sandy
Om… om…
Keren ya Om pose kayak gini…

Seketika melihat foto yang baru dikirim manajer Cakka itu membuatnya naik pitam. WOW. Foto YANG SANGAT HOT! Sampai-sampai kalau media tahu ini akan memperpanjang masalah! Huh! Sepertinya dia salah menempuh jalan yang satu ini. Dengan segera dia menekan tombol speed dial untuk menelepon anaknya. Ketika mendengar anaknya menyahut dengan amarah dia mengatakan…
“SIAPKAN DIRIMU! KITA AKAN MELAMAR OIK BESOK!”
Itu perkataannya sebelum menutup teleponnya.

***

“APA?!” Cakka masih shock dengan yang barusan di dengar. Melamar Oik besok? That’s crazy. Tidak adakah yang lebih gila dari ini?
Waktu itu daddynya mengatakan bahwa tidak mau cepat-cepat. Sekarang kenapa terburu-buru seperti ini? Bukankah segala sesuatu yang buru-buru hasilnya akan tidak baik? Oh my God! Cakka tidak berhenti menyumpah di dalam hatinya. Dia memegang kepalanya. Dia harus settle down di usia yang baru menginjak dua puluh dua tahun? Dia masih mau berkarier. Apakah daddynya tidak berpikir kalau dia settle down. Bakalan berkurang penawaran manggungnya?
Trus? Bagaimana dengan Prilly? Bagaimana dengan yang lainnya? Cakka semakin pusing! Daddy-nya benar-benar gila. Sebenarnya apa yang menyebabkan daddy-nya gila seperti itu. Pasti ada sesuatu yang membuat daddy-nya menyuruhnya seperti itu.
Cakka segera meraih iPad-nya dan kemudian meng-update sebuah status. Tidak peduli lagi! Daripada dia harus memecahkan gelas restoran tempat dia ngopi saat itu. Lebih baik (mungkin) menghebohkan dunia maya dengan status terbarunya.

MY CRAZY DADDY!

Dan benar saja. Baru beberapa detik lalu Cakka meng-update statusnya itu sudah banyak orang yang berkomentar untuknya.

Tityya_Cutemute: @cakkasan hus gak boleh begitu sama orang tua.

Amitaba_Chan: @cakkasan Ntar dikutuk loh jadi batu

AmYaTeehh: Artis gak tahu terima kasih -> RT @cakkasan: MY CRAZY DADDY!

Monalisan: sabar Kka :’) walau bgaimana pun dia ayah kamu RT @cakkasan: MY CRAZY DADDY!

AmboyAmboyyy: @cakkasan sama bro ayah gue juga gila skrg lagi di rumah sakit jiwa

A_theesan: @cakkasan sadar Kka dia daddy lo

ladyAshusela: @cakkasan duuuhhh! orang tua aja gak hormat apalagi pacar oops.

Bukannya makin tenang. Cakka malah makin pusing dengan balasan-balasan gila penghuni twitter. Oke, baru dia sadari kalau itu malah memperkeruh suasana. Itu akan menambah masalah. Segera dia menghapus update status-nya itu. Dan untuk saat ini dia terlihat seperti ababil.

Sori for the status. Bukannya maksud ngejelekin Daddy, tapi itu cuma becanda.

Tidak puas. Cakka meng-update-nya lagi.

Maksudku Crazy bukannya Daddy gila gimana. Maksudnya Daddy itu gilanya gokil jadi I Like it :)

Cakka berpikir keras bagaimana cara mengalihkan perhatian penghuni twitter agar tidak berpikir yang tidak-tidak lagi tentang statusnya tadi.

Have a nice day honey @oikkyyu :* {} besok will be important day for us. I love you <3 o:p="">

Seketika Cakka merasakan sulitnya jadi artis twitter seperti Shilla. Harus memainkan emosi sendiri. Oke tidak lagi-lagi dia akan membawa masalah pribadinya ke-twitter. Ini kali terakhir. Kenapa dia jadi ketularan Shilla sih? Huph!
Dan benar saja. Status itu berhasil mengalihkan perhatian penghuni twitter. Mereka jadi fokus menanyakan besok akan terjadi apa pada Cakka dan Oik? Membayangkan saja Cakka tidak bisa!
Akhirnya dengan segera dia memakai jaket dan kacamatanya kembali. Keluar dari restoran itu menuju SUV-nya dan melaju menggunakan SUV-nya itu.

***

Daddy-nya Cakka menghempaskan ponselnya di atas meja. Bahkan seberapa mahalnya dia membeli ponsel itu tak dihiraukannya. Dia sedang kesal, amarahnya sedang membuncah. Cakka dan Oik yang sedang duduk di hadapannya terkaget-kaget karena hempasan itu.
Mereka kemudian menatap layar ponsel yang terpampang foto mereka berdua di kamar mandi itu… Oh! Bukan seperti perkiraan daddy-nya. Plis deh, kenapa daddy-nya selalu tidak mau mendengarkan alasannya.
“CAKKA! Kemarin baru kepergok tidur bareng! Sekarang mandi bareng! Iya begitu?!” tanya Daddy-nya lebih terkesan menyindir.
“Plis deh Ddy, itu nggak sesuai perkiraan Daddy,” kata Cakka.
“Kemarin kamu bilang hal yang sama juga. Kalau kalian saling suka beneran kenapa nggak bilang aja? Bukan main kucing-kucingan kayak gini,” kata Daddy-nya Cakka.
Cakka menghela napasnya hopeless dengan Daddy-nya yang satu ini. Apapun yang dijelaskannya seakan tidak masuk akal bagi Daddy-nya, “Ddy… kenapa besok sih? Besok bukannya akan membahayakan karier Cakka, bentar lagi album Cakka bakalan launching dan kalau Cakka nikah malah Cakka takutnya bakal menurunkan penjualannya,” kata Cakka.
“Daripada mereka dapat foto kamu dan Oik begitu sementara publik tahu kalian masih ‘pacaran’ sudah mandi berdua. Dan… itu akan membuat virus Jakarta coret itu tertawa senang karena pamormu turun,” kata Daddy-nya Cakka.
“Daddy masih terobsesi dengan Shilla?” tanya Cakka.
“Terobsesi? No! Sejak kapan Daddy terobsesi dengan Shilla? Daddy menyesal karena membiarkannya masuk ke dalam kehidupanmu dan mencuri semua yang kamu miliki!” kata Daddy-nya Cakka.
Bertengkar dengan Daddy-nya seperti ini. Tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, Cakka membiarkan Daddy-nya itu berkoar-koar tidak jelas. Dan dia malah memperhatikan Oik yang duduk di sofa tepat di sampingnya. Gadis itu terlihat tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Matanya yang bening memancarkan kepolosannya. Penampilannya memancarkan keluguannya. Dan mata Cakka terantuk pada bibir rosy-nya. Entah kenapa sejak dia merasakannya di konferensi pers-nya itu, dia jadi… ketagihan? Penasaran? Atau something like that. Gadis itu belum pernah membalas ciumannya. Padahal tidak ada seorang perempuan pun yang tidak bereaksi apabila di cium Cakka seperti itu. Bagaimana rasanya jika dia bibir rosy-nya itu membalas ciuman Cakka? Sepertinya benar kata Bram… dia fall in lust. Err! Cakka segera menahan keinginannya itu. Gila-gila saja dia sempat berpikir seperti itu. Cepat-cepat dia mengakhiri pikiran lust-nya itu dan fokus kepada Daddy-nya kembali.
Tapi… dari ekor matanya. Dia bisa melihat bibir rosy itu. Saat Oik sekali-sekali menggigitnya karena perkataan Daddy-nya. Sekali-kali mengerucut dan…
“Cakka!! Hentikan pikiran-pikiran kotormu itu dan fokus-lah pada perkataan Daddy!” kata Daddy-nya dengan suara kencang dan membuat Oik kaget juga.
Sial!
Darimana Daddy-nya tahu dia punya pikiran kotor? Ikatan orang tua dan anak? Oh that’s funny.
“Eh.. Aku nggak punya pikiran kotor Ddy… Daddy sembarangan saja,” kata Cakka.
“Cara kamu memandang Oik itu seperti kamu sedang merencanakan sesuatu yang kotor dipikiranmu! Bisa jadi selesai dari sini kamu ingin membuatnya naked dan menghabiskan malammu bersama dia, entahlah, seperti itu pokoknya dan Daddy tidak akan bertoleransi jika itu terjadi!” kata Daddy-nya Cakka vulgar.
Superdamn!
Daddy-nya bahkan mengira lebih parah dari yang dia pikirkan. Oik hanya bisa kebingungan dengan pembicaraan anak dan orang tua ini dia sama sekali tidak nyambung.
“Jadi bagaimana Oik? Bisa besok kita ke kampung halamanmu untuk melamarmu?” tanya Daddy-nya Cakka.
“Apa?!”
Besok? Yang benar saja?!
“Be…sok?” sambungnya terbata-bata.
“Iya besok,” kata Daddy-nya Cakka tegas.
“Tapi…”
“Saya anggap bisa! Dan mau tidak mau harus bisa! Kalian siap-siap berdua! Daddy istirahat dulu, silakan keluar dari ruangan kerja Daddy!”
Cakka berdecak sebelum keluar dari ruangan Daddy-nya. Sedangkan Oik mengekor di belakang Cakka. Sepertinya langkah besok akan mengubah segalanya. Akan mengubah hidupnya seterusnya. Tiba di luar, Cakka segera menggeram kesal.
“Arrrggghhh… ribet kan punya Daddy kayak dia!” kata Cakka.
Oik mengangguk-angguk, “ternyata jadi Bapaknya artis lebih sulit daripada jadi Bapaknya petani,” kata Oik sepolos-polosnya.
Lagi-lagi Cakka menggeram kesal. Perkataannya itu membuat Cakka ingin menciumnya sampai kehabisan napas saat itu juga. What the hell. Bisa-bisanya dia membandingkan Daddy-nya dengan Bapaknya petani?! Cakka menggeleng frustasi kemudian meninggalkan Oik yang terpatung sendirian di depan ruangan Daddy-nya Cakka.

***

Cakka yang baru masuk ke dalam kamarnya segera membanting pintu. Membuat Bram yang sedang melakukan re-schedule pada jadwalnya Cakka kaget. Besok dia harus membatalkan semua acara karena acara penting itu.
“Cakka itu pintu ya pintu,” kata Bram.
“Aku juga tahu,” kata Cakka segera berbaring di atas masterbed-nya.
“Ada apa sih? Emosi banget,” tanya Bram.
“Kalau sudah tahu penyebabnya ngapain nanya,” kata Cakka.
“Duh yang sabar ya Cakkaku sayang, kan enak tuh kalau married nanti udah bisa…”
“Hei no! Hentikan sebelum aku membayangkan yang nggak-nggak,” kata Cakka.
“WOW! Imajinasi kamu sudah sampai ke sana ya?” Bram menyelidik.
Stop it okay! It just under the marriage, besides that nothing’s going to happen,” kata Cakka.
Will see it! By the way, waktu itu aku hanya iseng aja loh padahal ngirim gambar yang aku ambil waktu itu sama Daddy kamu, ditanggapi serius sama Daddy kamu, prok…prok… nggak tahu becanda,” kata Bram.
Cakka segera berdiri dari masterbed-nya menatap Bram dengan tatapan yang paling mematikan sedunia, “jadi? Kamu otak ini semua?”
“Iya Kka… kan cuma aku yang punya foto itu,” kata Bram sambil membentuk huruf V dijarinya.
Oh! Cakka lupa. Gara-gara terlalu dipusingkan dengan segala sesuatu yang terjadi. Dia lupa kalau manajernya ‘satu-satunya orang’ yang punya foto itu. Dia lupa juga… memarahinya.
“BRAAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!!”
Seketika rumah Cakka menggema. Dia tidak cuma punya Daddy yang gila tapi juga punya manajer yang tak kalah gilanya. Dan itu semua membuat dia juga ikut-ikutan GILA!

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...